Abstract :
Kualitas kehidupan kerja merupakan suatu gagasan yang luas dan
mencakup berbagai dimensi, yang berkaitan dengan aspek-aspek penting
yang memengaruhi kesejahteraan, kepuasan, serta kinerja karyawan di
lingkungan kerja. Saat ini, kualitas kehidupan kerja menjadi perhatian
utama dalam institusi pelayanan kesehatan karena memiliki dampak yang
signifikan terhadap perawat maupun mutu layanan keperawatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
berhubungan dengan kualitas kehidupan kerja perawat di RSUD Labuang
Baji, Kota Makassar.
Penelitian ini berlokasi di RSUD Labuang Baji Kota Makassar yang
dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2025. Penelitian ini menerapkan
pendekatan kuantitatif dengan metode survei analitik yang bersifat
observasional, menggunakan rancangan potong lintang (cross sectional).
Populasi dalam studi ini mencakup seluruh perawat yang berjumlah 287
orang, dengan jumlah sampel sebanyak 167 responden yang diperoleh
melalui teknik accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini
dilakukan menggunakan uji Korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi
95% dan nilai alpha sebesar 0,05.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan
antara kelelahan kerja dengan kualitas kehidupan kerja perawat
(p=0,554). Sementara itu, terdapat hubungan yang signifikan antara stres
kerja dan kualitas kehidupan kerja perawat (p=0,000). Adapun untuk
variabel lingkungan kerja, tidak ditemukan adanya hubungan yang
bermakna dengan kualitas kehidupan kerja perawat (p=0,094).
Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa kelelahan kerja dan
lingkungan kerja tidak memiliki keterkaitan yang signifikan dengan kualitas
kehidupan kerja perawat di RSUD Labuang Baji Kota Makassar. Namun,
ditemukan adanya hubungan antara stres kerja dan kualitas kehidupan
kerja perawat di rumah sakit tersebut. Diharapkan para perawat perlu
mengembangkan strategi untuk menghadapi stres kerja, seperti
manajemen waktu yang baik, komunikasi yang efektif dengan rekan kerja,
xiv
serta menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Mengikuti pelatihan tentang resiliensi dan kesehatan mental juga dapat
membantu perawat dalam menghadapi tantangan di tempat kerja.