Abstract :
Menurut WHO, balita stunting jika Panjang atau tinggi badan balita
kurang dibandingkan dengan usianya. Balita dengan z-skor kurang dari
-2 SD dikategorikan stunting dengan indeks pendek (stunted) dan kurang
dari -3 SD/ standar deviasi (severly stunted). Komponen rumah, seperti
sanitasi dan kebersihan lingkungan, berperan penting dalam kejadian
stunting pada balita. Ibu dengan perilaku sehat dan pengetahuan gizi
yang baik dapat mengurangi risiko stunting pada anak. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui gambaran hubungan komponen rumah dan
perilaku penghuni terhadap kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan
di Kelurahan Mangasa Kota Makassar.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian desain observasional
dengan pendekatan deskriptif. Sampel sebanyak 89 balita stunting.
Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan melakukan indept
interview. Analisis data dilakukan menggunakan uji univariat untuk
memperoleh distribusi, frekuensi, dan presentase. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Sebagian besar rumah balita stunting memiliki
kondisi fisik dan perilaku penghuni yang kurang mendukung Kesehatan
seperti, rumah yang tidak memiliki plafon (langit-langit) rendah atau tidak
ada, dinding tidak permanen, lantai belum diplester, ventilasi (sirkulasi
udara), dan jendela minim, serta jamban yang rusak dan jarang
digunakan. Rumah juga cenderung lembap dan gelap. Selain itu, hanya
sedikit keluarga yang rutin membuka jendela, jarang membersihkan
halaman, dan masih ada yang membuang sampah sembarangan atau
menumpuknya di tempat terbuka selama berhari-hari di wilayah
Kelurahan Mangasa Kota Makassar.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah, Kondisi fisik rumah yang tidak
layak, seperti plafon (langit-langit) yang kotor, ventilasi buruk, lantai
tanah kotor, dan jamban yang rusak, menciptakan lingkungan yang tidak
sehat dan berisiko menyebabkan infeksi berulang pada balita, yang
berkontribusi terhadap kejadian stunting dan perilaku penghuni yang
kurang mendukung kebersihan lingkungan, seperti jarang membuka
jendela, jarang membersihkan halaman, dan membuang sampah
xviii
sembarangan, turut memperburuk kualitas lingkungan rumah dan
meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada anak. Disarankan
kepada ibu balita harus memiliki rumah sehat atau menjaga kebersihan
sekitar lingkungan rumah dan diharapkan melakukan kebiasaan dalam
membuka jendela kamar dan ruang keluarga, membersihkan halaman
rumah untuk mencegah risiko stunting pada balita di wilayah Kelurahan
Mangasa Kota Makassar.