DETAIL DOCUMENT
GAMBARAN KOMPONEN RUMAH DAN PERILAKU PENGHUNI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI KELURAHAN MANGASA KOTA MAKASSAR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Ramadhoni, Irma
Subject
RA Public aspects of medicine 
Datestamp
2026-02-13 01:36:12 
Abstract :
Menurut WHO, balita stunting jika Panjang atau tinggi badan balita kurang dibandingkan dengan usianya. Balita dengan z-skor kurang dari -2 SD dikategorikan stunting dengan indeks pendek (stunted) dan kurang dari -3 SD/ standar deviasi (severly stunted). Komponen rumah, seperti sanitasi dan kebersihan lingkungan, berperan penting dalam kejadian stunting pada balita. Ibu dengan perilaku sehat dan pengetahuan gizi yang baik dapat mengurangi risiko stunting pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hubungan komponen rumah dan perilaku penghuni terhadap kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di Kelurahan Mangasa Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian desain observasional dengan pendekatan deskriptif. Sampel sebanyak 89 balita stunting. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan melakukan indept interview. Analisis data dilakukan menggunakan uji univariat untuk memperoleh distribusi, frekuensi, dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar rumah balita stunting memiliki kondisi fisik dan perilaku penghuni yang kurang mendukung Kesehatan seperti, rumah yang tidak memiliki plafon (langit-langit) rendah atau tidak ada, dinding tidak permanen, lantai belum diplester, ventilasi (sirkulasi udara), dan jendela minim, serta jamban yang rusak dan jarang digunakan. Rumah juga cenderung lembap dan gelap. Selain itu, hanya sedikit keluarga yang rutin membuka jendela, jarang membersihkan halaman, dan masih ada yang membuang sampah sembarangan atau menumpuknya di tempat terbuka selama berhari-hari di wilayah Kelurahan Mangasa Kota Makassar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, Kondisi fisik rumah yang tidak layak, seperti plafon (langit-langit) yang kotor, ventilasi buruk, lantai tanah kotor, dan jamban yang rusak, menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan berisiko menyebabkan infeksi berulang pada balita, yang berkontribusi terhadap kejadian stunting dan perilaku penghuni yang kurang mendukung kebersihan lingkungan, seperti jarang membuka jendela, jarang membersihkan halaman, dan membuang sampah xviii sembarangan, turut memperburuk kualitas lingkungan rumah dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada anak. Disarankan kepada ibu balita harus memiliki rumah sehat atau menjaga kebersihan sekitar lingkungan rumah dan diharapkan melakukan kebiasaan dalam membuka jendela kamar dan ruang keluarga, membersihkan halaman rumah untuk mencegah risiko stunting pada balita di wilayah Kelurahan Mangasa Kota Makassar. 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia