Abstract :
Pneumonia adalah bentuk infeksi saluran pernapasan akut yang
menyerang paru-paru. Paru-paru terdiri dari kantung-kantung kecil yang
disebut alveoli, yang terisi udara saat orang sehat bernapas. Saat
seseorang menderita pneumonia, alveoli terisi nanah dan cairan, yang
membuat pernapasan terasa menyakitkan dan membatasi asupan oksigen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan
kejadian pneumonia pada balita di rumah sakit tk II pelamonia Makassar.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan
pendekatan cross sectionanal. Populasi pada penelitian ini sebanyak 96
responden. Perhitungan sampel menggunakan rumus lemeshow sehingga
didapatkan 77 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner.
Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate. Data
yang telah dianalisis disajikan dalam bentuk table kemudian dijelaskan
dalam bentuk narasi.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara
status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita yaitu (p = 0.000 < 0.05),
ada hubungan antara BBLR dengan kejadian pneumonia pada balita yaitu
(p = 0.004 < 0.05), tidak ada hubungan antara status imunisasi dengan
kejadian pneumonia pada balita yaitu (p = 0.083 < 0.05), ada hubungan
antara pemberian asi esklusif dengan kejadian pneumonia pada balita yaitu
(p = 0.040 < 0.05), ada hubungan antara pemberian vitamin a dengan
kejadian pneumonia pada balita yaitu (p = 0.007 < 0.05), ada hubungan
antara perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian pneumonia
pada balita yaitu (p = 0.036 < 0.05), ada hubungan antara penggunaan obat
anti nyamuk bakar dengan kejadian pneumonia pada balita yaitu (p = 0.028
< 0.05).
Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variable status
imunisasi tidak berhubungan dengan kejadian pneumonia, sedangkan
variabel status gizi, bblr, status imunisasi, pemberian asi esklusif, pemerian
vitamin a, perilaku merokok anggota keluarga, dan penggunaan obat anti
xix
nyamuk bakar berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita.
Diharapkan orang tua/pengasuh balita untuk lebih memperhatikan faktor
risiko pneumonia, memberikan ASI esklusif minimal 6 bulan pertama,
memastikan balita mendapatkan imunisasi dasar lengkap sesuai usia,
menjaga kualitas gizi anak dan rutin melakukan penimbangan berat badan,
tidak merokok di dalam rumah, terutama di dekat anak, dan menghindari
penggunaan obat anti nyamuk berbahan kimia di ruangan tertutup,
khususnya saat anak berada di dalamnya.