DETAIL DOCUMENT
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RUMAH SAKIT TK II PELAMONIA MAKASSAR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Citra, Dwi Yuliana
Subject
RA Public aspects of medicine 
Datestamp
2026-02-13 01:36:43 
Abstract :
Pneumonia adalah bentuk infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang paru-paru. Paru-paru terdiri dari kantung-kantung kecil yang disebut alveoli, yang terisi udara saat orang sehat bernapas. Saat seseorang menderita pneumonia, alveoli terisi nanah dan cairan, yang membuat pernapasan terasa menyakitkan dan membatasi asupan oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di rumah sakit tk II pelamonia Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectionanal. Populasi pada penelitian ini sebanyak 96 responden. Perhitungan sampel menggunakan rumus lemeshow sehingga didapatkan 77 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate. Data yang telah dianalisis disajikan dalam bentuk table kemudian dijelaskan dalam bentuk narasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita yaitu (p = 0.000 < 0.05), ada hubungan antara BBLR dengan kejadian pneumonia pada balita yaitu (p = 0.004 < 0.05), tidak ada hubungan antara status imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita yaitu (p = 0.083 < 0.05), ada hubungan antara pemberian asi esklusif dengan kejadian pneumonia pada balita yaitu (p = 0.040 < 0.05), ada hubungan antara pemberian vitamin a dengan kejadian pneumonia pada balita yaitu (p = 0.007 < 0.05), ada hubungan antara perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian pneumonia pada balita yaitu (p = 0.036 < 0.05), ada hubungan antara penggunaan obat anti nyamuk bakar dengan kejadian pneumonia pada balita yaitu (p = 0.028 < 0.05). Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variable status imunisasi tidak berhubungan dengan kejadian pneumonia, sedangkan variabel status gizi, bblr, status imunisasi, pemberian asi esklusif, pemerian vitamin a, perilaku merokok anggota keluarga, dan penggunaan obat anti xix nyamuk bakar berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Diharapkan orang tua/pengasuh balita untuk lebih memperhatikan faktor risiko pneumonia, memberikan ASI esklusif minimal 6 bulan pertama, memastikan balita mendapatkan imunisasi dasar lengkap sesuai usia, menjaga kualitas gizi anak dan rutin melakukan penimbangan berat badan, tidak merokok di dalam rumah, terutama di dekat anak, dan menghindari penggunaan obat anti nyamuk berbahan kimia di ruangan tertutup, khususnya saat anak berada di dalamnya. 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia