Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Zasabila Amril, Tasya Nur
Subject
RA Public aspects of medicine
Datestamp
2026-02-13 01:35:29
Abstract :
Demam tifoid adalah infeksi yang mengancam jiwa yang disebabkan
oleh bakteri Salmonella Typhi. Penyakit demam tifoid dipengaruhi oleh
tingkat higienis individu, dan dapat menular melalui konsumsi makanan
atau minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian demam tifoid di Rumah
Sakit TK II Pelamonia Makassar.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan
pendekatan case control. Perhitungan sampel menggunakan rumus
lemeshow sehingga didapatkan 76 sampel yang terdiri dari 38 kelompok
kasus dan 38 kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah
kuesioner. Analisis data menggunakan uji Odds Ratio (OR).
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin nilai OR =
1,894, lower limit = 0,761 dan upper limit = 4,716, personal hygiene nilai OR
= 3,698 lower limit = 1,433 dan upper limit = 9,541, kebiasaan makan di luar
rumah nilai OR = 4,208 lower limit = 1,607 dan upper limit = 11,014, dan
pengetahuan nilai OR = 2,949 lower limit = 1,159 dan upper limit = 7,503
merupakan faktor risiko kejadian demam tifoid di Rumah Sakit TK II
Pelamonia Makassar.
Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin,
personal hygiene, kebiasaan makan di luar rumah dan pengetahuan
merupakan faktor risiko kejadian demam tifoid. Diharapkan bagi
masyarakat baik laki-laki maupun perempuan untuk dapat membiasakan
serta membudayakan gerakan cuci tangan dengan sabun baik sebelum
makan maupun setelah buang air besar menggunakan sabun dan air yang
mengalir, serta diharapkan mampu menerapkan pola hidup lebih sehat
dengan menjaga pola makan gizi seimbang guna menjaga imunitas tubuh
serta mengurangi kebiasaan makan di luar rumah dan lebih meningkatkan
pengetahuannya khususnya tentang pencegahan penyakit demam tifoid
agar dapat terhindar dari penyakit ini.