Abstract :
Computer Vision Syndrome (CVS) adalah kumpulan gejala pada mata
dan penglihatan akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama,
seperti mata kering, lelah, penglihatan kabur, hingga sakit kepala. Di era
digital saat ini, semakin banyak pekerja yang mengalami gejala ini, terutama
mereka yang bekerja di depan layar komputer dalam jangka waktu panjang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan keluhan Computer Vision Syndrome pada karyawan
pengguna komputer di Energy Equity Epic (Sengkang) PTY. LTD
Kabupaten Wajo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan desain cross-sectional. Sampel adalah seluruh karyawan
pengguna komputer sebanyak 42 orang. Jumlah populasi yang terdapat
pada lokasi penelitian kurang dari 100 orang, maka seluruh populasi
dijadikan sampel penelitian atau sering disebut dengan total sampling
sebanyak 42 orang karyawan yang menggunakan komputer Data
dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran langsung, kemudian
dianalisis menggunakan uji Chi-square untuk mengetahui hubungan antara
variabel independen (lama penggunaan komputer, durasi istirahat, jarak p
monitor, dan penggunaan kacamata) dengan kejadian CVS.
Berdasarkan hasil penelitian, mengetahui hubungan antara variabel
independen (lama penggunaan komputer, durasi istirahat, jarak pandang,
dan penggunaan kacamata) dengan kejadian CVS. Sebanyak 11,9%
responden mengalami keluhan CVS. Hasil analisis bivariat menunjukkan
bahwa terdapat hubungan signifikan antara lama penggunaan komputer (p
= 0,025) dan jarak monitor (p = 0,002) dengan kejadian CVS. Sementara
itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi istirahat (p =
0,954) dan penggunaan kacamata (p = 0,213) dengan kejadian CVS. Faktor
ergonomi seperti durasi kerja komputer dan jarak pandang monitor terbukti
berhubungan dengan kejadian CVS. Intervensi berbasis ergonomi kerja
sangat penting untuk mencegah CVS di lingkungan kerja berbasis digital.