Abstract :
Nyeri dada merupakan gejala umum yang sering muncul di ruang
IGD dan dapat menjadi tanda awal kondisi jantung serius seperti infark miokard
akut. Penanganan nyeri umumnya mengandalkan terapi farmakologis, namun
efektivitasnya tidak selalu optimal dan berisiko menimbulkan efek samping. Terapi
relaksasi Benson merupakan metode non-farmakologis yang menggabungkan
teknik pernapasan dan aspek spiritual untuk menurunkan respons stres tubuh.
Tujuan: Menerapkan terapi relaksasi Benson untuk menurunkan nyeri dada pasien
ST Elevasi Miokard Infark (STEMI) di IGD RS Ibnu Sina YW UMI Makassar.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Hasil: menunjukkan
penurunan skala nyeri dari skala nyeri 8 ke skala nyeri 6. Kesimpulan:, terapi
relaksasi Benson efektif sebagai intervensi komplementer dalam mengurangi nyeri
dada, aman diterapkan, mudah dilakukan, serta dapat meningkatkan kenyamanan
dan membantu menurunkan kecemasan pasien.
hest pain is a common symptom frequently encountered in the
emergency department and can be an early sign of serious cardiac conditions such
as acute myocardial infarction. Pain management typically relies on
pharmacological therapy, but its effectiveness is not always optimal and carries the
risk of side effects. Benson relaxation therapy is a non-pharmacological method
that combines breathing techniques and spiritual aspects to reduce the body's stress
response. Objective: To apply Benson relaxation therapy to reduce chest pain in
patients with ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) in the emergency room
of Ibnu Sina YW UMI Hospital, Makassar. Method: This study used a case study
method. Results: showed a decrease in pain scale from 8 to 6. Conclusion: Benson
relaxation therapy is effective as a complementary intervention in reducing chest
pain, safe to apply, easy to perform, and can improve comfort and help reduce
patient anxiety.