Abstract :
Vertigo sering disertai nyeri kepala yang mengganggu aktivitas
sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penatalaksanaan nonfarmakologis
seperti terapi bekam semakin banyak digunakan sebagai upaya untuk mengurangi
nyeri dan keluhan vertigo. Pendekatan asuhan keperawatan dengan standar SDKI,
SIKI, dan SLKI diperlukan untuk memberikan intervensi yang sistematis dan terukur.
Tujuan: Untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien dengan
masalah Nyeri Akut menggunakan standar SDKI, SIKI, dan SLKI, serta efektivitas
intervensi bekam dalam menurunkan intensitas nyeri.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada seorang pasien (Ny.
A) yang mengalami vertigo dan nyeri kepala. Asuhan keperawatan dilakukan melalui
pengkajian, penetapan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi sesuai SDKI,
SIKI, dan SLKI. Intervensi nonfarmakologis berupa terapi bekam dilakukan pada titik-
titik spesifik sesuai keluhan pasien, disertai edukasi teknik relaksasi dan peregangan
otot.
Hasil: Setelah dilakukan terapi bekam dan edukasi, intensitas nyeri pasien menurun
dari skala 5/10 menjadi 2–3/10, frekuensi serangan vertigo berkurang, pasien tampak
lebih rileks, serta mampu mengidentifikasi pencetus dan melakukan teknik relaksasi
secara mandiri.
Kesimpulan: Penerapan asuhan keperawatan berbasis SDKI, SIKI, dan SLKI dengan
intervensi nonfarmakologis berupa terapi bekam efektif membantu menurunkan
intensitas nyeri dan frekuensi serangan vertigo pada pasien, serta meningkatkan
kenyamanan dan kemandirian pasien dalam mengelola keluhannya.
Vertigo is often accompanied by headaches that interfere with daily
activities and decrease the patient's quality of life. Non-pharmacological management
such as cupping therapy is increasingly used as an effort to reduce pain and vertigo
complaints. A nursing care approach with SDKI, SIKI, and SLKI standards is needed
to provide systematic and measurable interventions.
Objective: To determine the picture of nursing care in patients with Acute Pain
problems using SDKI, SIKI, and SLKI standards, as well as the effectiveness of
cupping interventions in reducing pain intensity.
Methods: This study used a case study method on a patient (Mrs. A) who experienced
vertigo and headache. Nursing care is carried out through assessment, diagnosis,
intervention, implementation, and evaluation in accordance with SDKI, SIKI, and SLKI.
Non-pharmacological interventions in the form of cupping therapy are carried out at
specific points according to the patient's complaints, accompanied by education on
relaxation techniques and muscle stretching.
Results: After cupping therapy and education, the patient's pain intensity decreased
from a scale of 5/10 to 2–3/10, the frequency of vertigo attacks decreased, the patient
appeared more relaxed, and was able to identify the trigger and perform relaxation
techniques independently.
Conclusion: The application of nursing care based on SDKI, SIKI, and SLKI with non-
pharmacological interventions in the form of cupping therapy effectively helps reduce
the intensity of pain and the frequency of vertigo attacks in patients, as well as increase
the comfort and independence of patients in managing their complaints.