DETAIL DOCUMENT
PENERAPAN GUIDED IMAGERY PADA PASIEN CA MAMMAE DENGAN ANSIETAS DI RUANG OPERASI RSUP DR. TAJUDDIN CHALID
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
IRWANSJAH, NURHASANA
Subject
RT Nursing 
Datestamp
2026-02-13 01:38:00 
Abstract :
Ansietas merupakan masalah keperawatan yang sering ditemukan pada pasien pre-operasi. Kondisi ini dapat meningkatkan respon simpatis, memperburuk kondisi fisiologis, dan menurunkan kesiapan pasien dalam menghadapi pembedahan. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan ansietas adalah guided imagery. Teknik ini membantu pasien mencapai relaksasi melalui visualisasi positif, sehingga menekan respon stres dan meningkatkan ketenangan. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah ansietas menggunakan standar SDKI, SIKI, dan SLKI, serta efektivitas intervensi guided imagery dalam menurunkan ansietas pre-operasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus (case study) dengan pendekatan deskriptif untuk mengevaluasi pengaruh terapi Guided Imagery terhadap tingkat ansietas pre-operatif pada pasien dengan Carcinoma Mammae yang akan menjalani operasi Modified Radical Mastectomy (MRM). Subjek penelitian adalah satu orang pasien (Ny. S) yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien pre-operatif dengan tingkat kecemasan sedang berdasarkan hasil pengukuran Anxiety Scale. Pasien menunjukkan tanda ansietas berupa rasa cemas, bingung, gelisah, dan tegang. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah Ansietas (D.0010). Intervensi mengacu pada SIKI Reduksi Ansietas (I.09314) meliputi observasi tanda ansietas, edukasi prosedur operasi, teknik relaksasi guided imagery, serta pemberian dukungan emosional. Implementasi dilakukan di ruang pre-operasi, dengan pendampingan langsung oleh perawat. Hasil: Setelah dilakukan intervensi guided imagery, pasien melaporkan perasaan lebih lega dan tenang, tampak lebih kooperatif, serta mampu mengalihkan perhatian dengan baik. Sebelum intervensi, tingkat kecemasan berada pada angka 45 (kecemasan sedang), namun setelah diberikan guided imagery menurun menjadi 35 (kecemasan ringan), menunjukkan penurunan intensitas kecemasan yang signifikan. Kesimpulan: Intervensi guided imagery terbukti efektif menurunkan ansietas pada pasien Ca Mammae pre-operatif. Hal ini mendukung teori dan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa guided imagery merupakan intervensi non- farmakologis yang sederhana, aman, dan bermanfaat dalam manajemen ansietas. 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia