Abstract :
Luka vena merupakan kondisi kronis yang umum terjadi akibat
insufisiensi vena, ditandai dengan produksi eksudat yang berlebihan dan proses
penyembuhan yang lambat. Manajemen luka kronis modern menekankan
penggunaan dressing yang mampu mengoptimalkan kelembapan luka dan
mempercepat regenerasi jaringan. Calcium alginate merupakan salah satu
dressing modern yang berfungsi sebagai primary dressing, memiliki kemampuan
menyerap eksudat, mempertahankan kelembapan optimal, serta mendukung
percepatan proses granulasi dan epitelisasi pada luka kronis.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan
calcium alginate sebagai primary dressing terhadap percepatan granulasi dan
epitelisasi pada luka vena di Praktik Mandiri Keperawatan Griya Afiat, Kota
Makassar.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada satu pasien dengan
luka vena kronis. Perawatan luka dilakukan selama dua kali kunjungan berturut-
turut dalam jangka waktu tiga hari, menggunakan calcium alginate sebagai
primary dressing yang dikombinasikan dengan balutan kompresi elastis. Evaluasi
kondisi luka dilakukan menggunakan Bates-Jensen Wound Assessment Tool
(BWAT) untuk menilai ukuran luka, jumlah eksudat, tingkat granulasi, dan
epitelisasi.
Hasil : Setelah dua kali perawatan, terjadi penurunan luas luka dari 35,91 cm²
menjadi 25,4 cm² (penurunan 29,2%), penurunan eksudat dari 35% menjadi 15%,
peningkatan jaringan granulasi dari 55% menjadi 60%, serta penurunan epitelisasi
dari 45% menjadi 40%, yang menunjukkan adanya fase proliferasi aktif.
Kesimpulan : Penerapan calcium alginate sebagai primary dressing terbukti
efektif dalam mempercepat proses granulasi, mengurangi eksudat, dan
memperkecil ukuran luka vena secara signifikan. Dressing ini direkomendasikan
sebagai pilihan utama pada perawatan luka vena dengan eksudat sedang hingga
tinggi.
Venous ulcers are chronic conditions commonly resulting from
venous insufficiency, characterized by excessive exudate production and delayed
wound healing. Modern chronic wound management emphasizes the use of
dressings that can optimize wound moisture and accelerate tissue regeneration.
Calcium alginate is a modern dressing that functions as a primary dressing,
capable of absorbing exudate, maintaining optimal moisture, and supporting the
acceleration of granulation and epithelialization processes in chronic wounds.
Objective : This study aimed to evaluate the effectiveness of calcium alginate as
a primary dressing in accelerating granulation and epithelialization of venous
ulcers at the Griya Afiat Independent Nursing Practice, Makassar City.
Method :. This study employed a case study design involving a single patient with
a chronic venous ulcer. Wound care was conducted over two consecutive visits
within three days, using calcium alginate as the primary dressing combined with
elastic compression bandages. Wound condition was evaluated using the Bates-
Jensen Wound Assessment Tool (BWAT) to assess wound size, exudate level,
granulation tissue, and epithelialization.
Results : After two treatments, wound size decreased from 35.91 cm² to 25.4 cm²
(a reduction of 29.2%), exudate decreased from 35% to 15%, granulation tissue
increased from 55% to 60%, and epithelialization decreased from 45% to 40%,
indicating an active proliferative phase.
Conclusion : The application of calcium alginate as a primary dressing was
effective in accelerating granulation, reducing exudate, and significantly
decreasing the size of venous ulcers. This dressing is recommended as a primary
option for the management of venous ulcers with moderate to high exudate levels.