Abstract :
Luka kaki diabetik atau ulkus diabetik merupakan salah satu akibat yang yang sering
dihadapi oleh penderita diabetes melitus. Neuropati menjadi penyebab kondisi ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perawatan Luka Dengan Modern Dressing
Metcovazin Pada Luka Kaki Diabetik Grade III dengan masalah gangguan integritas
jaringan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi kasus. Penelitian ini
menggunakan intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah perawatan luka
kaki diabetes grade III pada Ny. R dengan Modern Dressing Metcovazin Di
Puskesmas Bontomarannu Gowa. Penelitian ini dilakukan pada satu responden.
Setelah menetapkan diagnosa maka direncanakan intervensi keperawatan yang
dapat dilakukan adalah perawatan luka dengan modern dressing metcovazin.
Setelah dilakukan tindakan implementasi perawatan luka pada pasien sebanyak 2
kali seminggu, ditemukannya ada perubahan. Perubahan yang dapat dilihat adalah,
penampilan luka pada kunjungan pertama dan kunjungan kedua berbeda, pada
kunjungan pertama penampilan luka eksudat serosa encer : 20%, epitheliating atau
pink : 70%, sedangkan pada kunjungan kedua didapatkan, penampilan luka
eksudatserosa encer : 15%, epitheliating atau pink : 85%. Berdasarkan perawatan
luka modern dressing metcovazin yang telah dilakukan, maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa penggunaan metcovazin efektif untuk penyembuhan ulkus
diabetik.
Diabetic foot ulcers are common complications of uncontrolled diabetes mellitus caused
by neuropathy, ischemia, and infection. These wounds are often chronic and difficult to heal,
requiring an effective wound care approach. This study aims to describe the application of
wound care using modern Metcovazin dressing in a patient with a grade III diabetic foot ulcer.
This research employed a case study involving one patient (Mrs. R) treated at the
Bontomarannu Primary Health Center. The intervention included modern wound care
techniques such as wound cleansing, debridement, PHMB application, ozone therapy, and
Metcovazin dressing. Findings showed improvement from the first to the second visit, with a
reduction in serous exudate from 20% to 15% and an increase in epithelialization from 70% to
85%. These results support Metcovazin dressing as an effective modern dressing method to
enhance diabetic ulcer healing.