Abstract :
batu ureter merupakan salah satu masalah urologi yang
sering menimbulkan gangguan eliminasi urin seperti retensi, nyeri hebat,
dan risiko komplikasi. Penanganan yang umum dilakukan lebih berfokus
pada terapi medikamentosa dan tindakan invasif, sementara intervensi non
farmakologis masih jarang diterapkan. Kegel exercise adalah salah satu
latihan otot dasar panggul yang bertujuan memperbaiki kontrol berkemih
dan meningkatkan eliminasi urin.
Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas penerapan Kegel exercise terhadap
peningkatan eliminasi urin di ruang IGD RSUP Dr. Tajuddin Chalid
Makassar.
Metode : menggunakan desain studi kasus pada pasien laki-laki usia 21
tahun dengan diagnosis batu ureter. Asuhan keperawatan dilaksanakan
melalui tahapan pengkajian, penetapan diagnosis, intervensi,
implementasi, dan evaluasi. Intervensi utama berupa edukasi dan latihan
Kegel exercise.
Hasil : menunjukkan adanya perbaikan eliminasi urin berupa aliran urin
yang lebih lancar, berkurangnya keluhan tidak puas setelah berkemih, serta
penurunan intensitas nyeri.
Kesimpulan : Kegel exercise dapat dijadikan intervensi non-farmakologis
yang sederhana, aman, dan efektif untuk membantu meningkatkan
eliminasi urin. Saran, latihan ini dapat dijadikan alternatif terapi pendukung
dalam asuhan keperawatan di IGD untuk pasien dengan gangguan
eliminasi urin.
Ureteral stones are one of the most common urological
problems that often cause urinary elimination disorders such as retention,
severe pain, and risk of complications. Management is generally focused
on pharmacological therapy and invasive procedures, while non-
pharmacological interventions are still rarely applied. Kegel exercise is a
pelvic floor muscle training aimed at improving urinary control and
enhancing urinary elimination.
Objective: To determine the effectiveness of Kegel exercise in improving
urinary elimination in the Emergency Department of Dr. Tajuddin Chalid
General Hospital, Makassar.
Method: This study used a case study design involving a 21-year-old male
patient diagnosed with ureteral stones. Nursing care was provided through
assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The
main intervention consisted of education and Kegel exercise training.
Results: Findings showed improvements in urinary elimination, including
smoother urine flow, reduced complaints of incomplete voiding, and
decreased pain intensity.
Conclusion: Kegel exercise can serve as a simple, safe, and effective non
pharmacological intervention to improve urinary elimination.
Recommendation: This exercise may be considered as a supportive therapy
in emergency nursing care for patients with urinary elimination disorders.