Abstract :
Mioma uteri merupakan tumor jinak yang sering terjadi
pada wanita usia reproduksi dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi,
termasuk kecemasan preoperatif, risiko perdarahan intraoperatif, serta
risiko infeksi postoperatif. Penatalaksanaan keperawatan yang
komprehensif diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Penelitian studi kasus ini .
Tujuan Bertujuan untuk mengetahui penerapan terapi relaksasi Benson
dalam mengatasi kecemasan serta asuhan keperawatan perioperatif pada
pasien dengan mioma uteri pasca tindakan Miomektomi.
Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses
keperawatan yang mencakup pengkajian, diagnosa, perencanaan,
implementasi, dan evaluasi. Intervensi utama yang diberikan adalah terapi
relaksasi Benson pada fase preoperatif, disertai monitoring ketat
intraoperatif dan pencegahan infeksi serta gangguan pernapasan pada fase
postoperatif.
Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan terapi relaksasi Benson dapat
membantu menurunkan kecemasan preoperatif, meskipun belum
sepenuhnya teratasi. Monitoring intraoperatif dan kolaborasi transfusi darah
berhasil mengendalikan risiko perdarahan, sedangkan pencegahan infeksi
dan edukasi keluarga pada fase postoperatif membantu menjaga stabilitas
kondisi pasien.
Kesimpulan dari studi ini adalah asuhan keperawatan perioperatif dengan
penerapan terapi relaksasi Benson efektif dalam menurunkan kecemasan,
mencegah komplikasi, serta mempertahankan fungsi fisiologis pasien.
Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan intervensi nonfarmakologis
berbasis evidence dalam praktik keperawatan.
Uterine myoma is a benign tumor commonly found in women
of reproductive age and may lead to various complications, including
preoperative anxiety, intraoperative bleeding risk, and postoperative
infection. Comprehensive nursing management is required to improve the
patient’s quality of life. This case study.
Objective: To describe the application of Benson relaxation therapy in
reducing anxiety and providing perioperative nursing care for a patient with
uterine myoma after undergoing myomectomy.
Method This study employed a case study design using the nursing process
approach, including assessment, nursing diagnoses, planning,
implementation, and evaluation. The main intervention was Benson
relaxation therapy in the preoperative phase, accompanied by close
intraoperative monitoring and infection as well as respiratory complication
prevention in the postoperative phase.
Result The study showed that Benson relaxation therapy helped reduce
preoperative anxiety, although it was not completely resolved.
Intraoperative monitoring and blood transfusion collaboration successfully
controlled the risk of bleeding, while infection prevention and family
education in the postoperative phase maintained the patient’s stability.
Conclusion Perioperative nursing care with Benson relaxation therapy is
effective in reducing anxiety, preventing complications, and maintaining the
patient’s physiological functions. These findings emphasize the importance
of applying evidence-based nonpharmacological interventions in nursing
practice.