Abstract :
Ulkus kaki diabetik adalah komplikasi umum diabetes
mellitus, sering ditandai dengan penyembuhan yang tertunda karena
neuropati, masalah vaskular, dan infeksi. Metode perawatan luka
tradisional sering menghasilkan penyembuhan yang lambat, memerlukan
pendekatan inovatif untuk meningkatkan hasil pasien. kasus ini bertujuan
untuk efektivitas penerapan salep Metcovasin dan pembalut Hidrophobyc
dalam mempercepat penyembuhan luka untuk pasien ulkus kaki diabetik
(DFU).
Metode : Penelitian ini melibatkan seorang pasien wanita berusia 66
tahun (Ny.R) dengan ulkus kaki diabetik pada digit kedua kaki kirinya,
hadir selama dua bulan. Luka berukuran 4x3 cm, menunjukkan eksudat
purulen, dan menyebabkan rasa sakit berperingkat 4/10. Pasien memiliki
riwayat diabetes mellitus 10 tahun. Intervensi termasuk perawatan luka
rutin dengan teknik aseptik, aplikasi salep Metcovasin, dan pembalut
Hidrophobyc, di samping pemantauan infeksi. Manajemen nyeri non-
farmakologis, seperti relaksasi pernapasan dalam dan gangguan, juga
diterapkan.
Hasil : Setelah tiga hari intervensi, luka pasien menunjukkan tanda-tanda
perbaikan, termasuk ukuran berkurang, eksudat menurun, dan
pembentukan jaringan granulasi 100% dan menunjukan epitelisasi
sementara 100%. Meskipun nyeri akut sebagian teratasi, dengan pasien
melaporkan berkurangnya ekspresi nyeri nonverbal dan peningkatan
relaksasi, skala nyeri tetap pada 4/10.
Kesimpulan : Temuan menunjukkan bahwa aplikasi gabungan
Metcovasin dan pembalut Hidrophobyc efektif dalam mempromosikan
penyembuhan luka dan meningkatkan integritas kulit/jaringan pada pasien
ulkus kaki diabetik. Pendekatan ini sejalan dengan praktik keperawatan
berbasis bukti, menekankan perawatan luka yang komprehensif,
pendidikan pasien, dan dukungan keluarga
Diabetic foot ulcer (DFU) is a common chronic complication
of diabetes mellitus, characterized by delayed wound healing due to
neuropathy, vascular disorders, and infection. Conventional wound care
often results in slow recovery, thus requiring innovative approaches. This
case study aims to determine the effectiveness of Metcovasin ointment
combined with hydrophobic dressing in accelerating the healing process of
diabetic foot ulcers.
Method: This case study involved a 66-year-old female patient (Mrs. R)
with a diabetic foot ulcer on the second toe of the left foot, present for two
months. The wound measured 4 × 3 cm, contained purulent exudate, and
caused pain rated 4/10. The patient had a 10-year history of diabetes
mellitus. Wound care was performed using aseptic techniques, application
of Metcovasin ointment and hydrophobic dressing, along with infection
monitoring. Non-pharmacological pain management such as deep
breathing relaxation and distraction was also provided.
Results: After three days of intervention, the wound showed significant
improvement, including reduced wound size, decreased exudate, 100%
granulation tissue formation, and 100% epithelialization. Although the
patient still reported pain with a score of 4/10, nonverbal signs of pain
decreased and relaxation improved.
Conclusion: The combination of Metcovasin ointment and hydrophobic
dressing is effective in promoting wound healing and improving skin/tissue
integrity in diabetic foot ulcer patients. This approach supports evidence-
based nursing practice and highlights the importance of comprehensive
wound care, patient education, and family support.