DETAIL DOCUMENT
PENERAPAN SALEP METCOVASIN DAN HIDROPHOBYC DRESSING UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN ULKUS KAKI DIABETIC DI RUMAH PERAWATAN ETN CENTRE MAKASSAR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
ISA, LISTI
Subject
RT Nursing 
Datestamp
2026-02-13 01:40:10 
Abstract :
Ulkus kaki diabetik adalah komplikasi umum diabetes mellitus, sering ditandai dengan penyembuhan yang tertunda karena neuropati, masalah vaskular, dan infeksi. Metode perawatan luka tradisional sering menghasilkan penyembuhan yang lambat, memerlukan pendekatan inovatif untuk meningkatkan hasil pasien. kasus ini bertujuan untuk efektivitas penerapan salep Metcovasin dan pembalut Hidrophobyc dalam mempercepat penyembuhan luka untuk pasien ulkus kaki diabetik (DFU). Metode : Penelitian ini melibatkan seorang pasien wanita berusia 66 tahun (Ny.R) dengan ulkus kaki diabetik pada digit kedua kaki kirinya, hadir selama dua bulan. Luka berukuran 4x3 cm, menunjukkan eksudat purulen, dan menyebabkan rasa sakit berperingkat 4/10. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus 10 tahun. Intervensi termasuk perawatan luka rutin dengan teknik aseptik, aplikasi salep Metcovasin, dan pembalut Hidrophobyc, di samping pemantauan infeksi. Manajemen nyeri non- farmakologis, seperti relaksasi pernapasan dalam dan gangguan, juga diterapkan. Hasil : Setelah tiga hari intervensi, luka pasien menunjukkan tanda-tanda perbaikan, termasuk ukuran berkurang, eksudat menurun, dan pembentukan jaringan granulasi 100% dan menunjukan epitelisasi sementara 100%. Meskipun nyeri akut sebagian teratasi, dengan pasien melaporkan berkurangnya ekspresi nyeri nonverbal dan peningkatan relaksasi, skala nyeri tetap pada 4/10. Kesimpulan : Temuan menunjukkan bahwa aplikasi gabungan Metcovasin dan pembalut Hidrophobyc efektif dalam mempromosikan penyembuhan luka dan meningkatkan integritas kulit/jaringan pada pasien ulkus kaki diabetik. Pendekatan ini sejalan dengan praktik keperawatan berbasis bukti, menekankan perawatan luka yang komprehensif, pendidikan pasien, dan dukungan keluarga Diabetic foot ulcer (DFU) is a common chronic complication of diabetes mellitus, characterized by delayed wound healing due to neuropathy, vascular disorders, and infection. Conventional wound care often results in slow recovery, thus requiring innovative approaches. This case study aims to determine the effectiveness of Metcovasin ointment combined with hydrophobic dressing in accelerating the healing process of diabetic foot ulcers. Method: This case study involved a 66-year-old female patient (Mrs. R) with a diabetic foot ulcer on the second toe of the left foot, present for two months. The wound measured 4 × 3 cm, contained purulent exudate, and caused pain rated 4/10. The patient had a 10-year history of diabetes mellitus. Wound care was performed using aseptic techniques, application of Metcovasin ointment and hydrophobic dressing, along with infection monitoring. Non-pharmacological pain management such as deep breathing relaxation and distraction was also provided. Results: After three days of intervention, the wound showed significant improvement, including reduced wound size, decreased exudate, 100% granulation tissue formation, and 100% epithelialization. Although the patient still reported pain with a score of 4/10, nonverbal signs of pain decreased and relaxation improved. Conclusion: The combination of Metcovasin ointment and hydrophobic dressing is effective in promoting wound healing and improving skin/tissue integrity in diabetic foot ulcer patients. This approach supports evidence- based nursing practice and highlights the importance of comprehensive wound care, patient education, and family support. 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia