Abstract :
Gastroenteritis Akut (GEA) merupakan salah satu penyakit yang
sering terjadi pada anak-anak dengan gejala utama berupa diare, demam, muntah,
dan nyeri perut yang berisiko menimbulkan dehidrasi. Nyeri yang dialami pasien
anak seringkali menimbulkan kecemasan dan ketidaknyamanan sehingga
diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif. Teknik distraksi
audio visual adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengalihkan
perhatian pasien dari nyeri menuju stimulus berupa suara dan gambar bergerak
yang menyenangkan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik
distraksi audio visual terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien anak dengan
GEA di ruang IGD RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar.
Metode: Pada penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan tahapan
proses keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi,
implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah seorang anak usia 10 tahun
dengan diagnosis medis GEA yang mengalami demam, diare, muntah, dan nyeri
perut. Intervensi distraksi audio visual diberikan sebanyak tiga kali sehari dengan
durasi 10–15 menit menggunakan media tayangan kartun, dan dengan indikator
penilaian nyeri menggunakan Wong-Baker Scale.
Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari 6/10
sebelum intervensi menjadi 2/10 setelah intervensi, disertai berkurangnya ekspresi
meringis, peningkatan kenyamanan, serta pasien lebih kooperatif.
Kesimpulan: Teknik distraksi audio visual terbukti efektif sebagai intervensi
nonfarmakologis dalam menurunkan nyeri pada pasien anak dengan GEA, serta
dapat direkomendasikan sebagai salah satu strategi manajemen nyeri di ruang
gawat darurat.
Acute Gastroenteritis (AGE) is one of the most common diseases in
children, characterized by diarrhea, fever, vomiting, and abdominal pain that may
lead to dehydration. Pain experienced by pediatric patients often causes anxiety
and discomfort; therefore, effective non-pharmacological nursing interventions are
needed. Audiovisual distraction is one of the techniques used to divert the patient’s
attention from pain to pleasant stimuli such as sound and moving images.
Objective: This study aimed to determine the effectiveness of audiovisual
distraction techniques in reducing pain levels among children with AGE in the
Emergency Room of Dr. Tadjuddin Chalid Hospital, Makassar.
Method: This case study applied the nursing process approach, including
assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The subject
was a 10-year-old child diagnosed with AGE who experienced fever, diarrhea,
vomiting, and abdominal pain. The audiovisual distraction intervention was given
three times daily for 10–15 minutes using cartoon videos.
Results: The findings showed a reduction in pain scale from 6/10 before
intervention to 2/10 after intervention, accompanied by decreased grimacing,
increased comfort, and improved cooperation during care.
Conclusion: Audiovisual distraction proved effective as a non-pharmacological
nursing intervention in reducing pain levels in children with AGE. This method can
be recommended as a supportive pain management strategy in emergency
nursing practice.