Abstract :
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sangat umum, disebut
sebagai "pembunuh diam-diam" karena dapat menyebabkan konsekuensi serius
bahkan tanpa gejala yang nyata. Meskipun metode non-farmakologis seperti
Foot massage juga menunjukkan hasil yang menjanjikan, terapi farmakologis
biasanya digunakan untuk mengobati hipertensi. Foot massage meningkatkan
sirkulasi darah, menurunkan aktivitas simpatis, dan merelaksasi kaki, yang
semuanya menurunkan tekanan darah. Tujuan riset yakni memastikan apakah
Foot massage mampu secara efektif menurunkan tekanan darah penderita
hipertensi. Sebagai terapi suplemen alternatif, penelitian ini diharapkan dapat
membantu mahasiswa, institusi pendidikan, penyedia layanan kesehatan,
pasien, dan keluarga mereka. Studi kasus pasien hipertensi yang menjalani pijat
kaki selama 20 menit di Puskesmas Pampang digunakan dalam metodologi
penelitian. Tekanan darah turun secara signifikan dari 180/97 mmHg menjadi
173/90 mmHg pada hari pertama dan dari 169/90 mmHg menjadi 158/87 mmHg
pada hari kedua. Selain itu, pasien melaporkan merasa lebih nyaman dan nyeri
berkurang dari 4 menjadi 3. Singkatnya, pijat kaki merupakan pengobatan non-
farmakologis yang aman, terjangkau, dan efektif untuk mengendalikan hipertensi.
A common non-communicable disease, hypertension is referred to as a
"silent killer" since it can result in major consequences without obvious early
signs. Although non-pharmacological treatments like foot massage have also
been shown to be successful, pharmaceutical therapy is typically used to treat
hypertension. A foot massage lowers blood pressure via promoting relaxation,
enhancing blood circulation, and decreasing sympathetic activity. The purpose of
this study is to ascertain whether foot massages can lower blood pressure in
hypertension individuals. As a supplemental alternative therapy, the results of
this study should assist students, educational institutions, healthcare providers,
and patients and their families. A 20-minute foot massage intervention was
employed in a case study of a patient with hypertension in the Pampang Health
Center's working area. The blood pressure significantly dropped from 180/97
mmHg to 173/90 mmHg on the first day and from 169/90 mmHg to 158/87 mmHg
on the second. Additionally, the patient reported feeling more at ease and
experiencing a decrease in discomfort from a 4 to a 3. To sum up, foot massage
is an inexpensive, safe, and successful supplemental treatment for controlling
hypertension.