Abstract :
Penyakit klinis progresif secara medis diistilahkan dengan gagal
jantung kongestif (CHF) ditandai dengan ketidakmampuan jantung untuk memompa
darah dengan optimal, yang menyebabkan penurunan perfusi jaringan dan gejalanya
meliputi ortopnea, dispnea, dan kelelahan. Salah satu keluhan paling umum pasien
CHF adalah dyspnea. Tujuan: Studi kasus ini tujuannya agar diketahuinya efektivitas
manajemen jalan napas, khususnya melalui pengaturan posisi semi fowler, dalam
menurunkan tingkat dispnea pada pasien dengan Congestive Heart Failure di ruang
IGD RSUD Labuang Baji Makassar. Metode: Pendekatan proses keperawatan, yang
meliputi asesmen, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Pasien, seorang
pria berusia 54 tahun, didiagnosis gagal jantung kongestif (CHF), dan gejala utamanya
adalah dispnea. Hasil: Setelah delapan jam perawatan keperawatan, pola pernapasan
pasien membaik, saturasi oksigen meningkat menjadi 98–99%, tanda-tanda vital
stabil, dan derajat dispnea menurun. Selain itu, pasien melaporkan merasa lebih
tenang dan tidur lebih berkualitas. Kesimpulan:
Dispnea pada individu dengan gagal jantung kongestif telah terbukti efektif dikurangi
dengan manajemen jalan napas menggunakan posisi semi-Fowler. Baik di unit gawat
darurat maupun ruang perawatan, intervensi ini dapat disarankan sebagai strategi non-
farmakologis yang sederhana, efisien, dan mudah.
Congestive heart failure (CHF) is a progressive clinical condition
characterized by the heart's inability to pump blood effectively, which reduces tissue
perfusion and results in symptoms like orthopnea, dyspnea, and fatigue. The most
frequent complaint among CHF patients is dyspnea. Objective: The purpose of this
case study is to ascertain how well airway management specifically, semi-fowler
positioning reduces dyspnea in CHF patients in the Labuang Baji Hospital Makassar
Emergency Department. Method: The nursing process approach, which includes
assessment, nursing diagnosis, intervention, implementation, and evaluation, was
used in this study's case study design. A 54-year-old man with CHF was the subject,
and his primary complaint was shortness of breath. Result: The patient's dyspnea
decreased, breathing patterns improved, oxygen saturation rose to 98–99%, and vital
signs stabilized after eight hours of treatment. Additionally, the patient reported
feeling more at ease and having better sleep. Conclusion: Dyspnea in individuals with
congestive heart failure can be effectively reduced by airway management using semi-
fowler posture. This straightforward, useful non-pharmacological treatment might be
suggested in hospital wards and emergency rooms to maximize patients' respiratory
performance.