DETAIL DOCUMENT
EFEKTIVITAS MANAJEMEN JALAN NAPAS TERHADAP PENURUNAN DISPNEA PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE DI RUANG IGD RSUD LABUANG BAJI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
FAIDIL, MUH.
Subject
RT Nursing 
Datestamp
2026-02-13 01:41:53 
Abstract :
Penyakit klinis progresif secara medis diistilahkan dengan gagal jantung kongestif (CHF) ditandai dengan ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dengan optimal, yang menyebabkan penurunan perfusi jaringan dan gejalanya meliputi ortopnea, dispnea, dan kelelahan. Salah satu keluhan paling umum pasien CHF adalah dyspnea. Tujuan: Studi kasus ini tujuannya agar diketahuinya efektivitas manajemen jalan napas, khususnya melalui pengaturan posisi semi fowler, dalam menurunkan tingkat dispnea pada pasien dengan Congestive Heart Failure di ruang IGD RSUD Labuang Baji Makassar. Metode: Pendekatan proses keperawatan, yang meliputi asesmen, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Pasien, seorang pria berusia 54 tahun, didiagnosis gagal jantung kongestif (CHF), dan gejala utamanya adalah dispnea. Hasil: Setelah delapan jam perawatan keperawatan, pola pernapasan pasien membaik, saturasi oksigen meningkat menjadi 98–99%, tanda-tanda vital stabil, dan derajat dispnea menurun. Selain itu, pasien melaporkan merasa lebih tenang dan tidur lebih berkualitas. Kesimpulan: Dispnea pada individu dengan gagal jantung kongestif telah terbukti efektif dikurangi dengan manajemen jalan napas menggunakan posisi semi-Fowler. Baik di unit gawat darurat maupun ruang perawatan, intervensi ini dapat disarankan sebagai strategi non- farmakologis yang sederhana, efisien, dan mudah. Congestive heart failure (CHF) is a progressive clinical condition characterized by the heart's inability to pump blood effectively, which reduces tissue perfusion and results in symptoms like orthopnea, dyspnea, and fatigue. The most frequent complaint among CHF patients is dyspnea. Objective: The purpose of this case study is to ascertain how well airway management specifically, semi-fowler positioning reduces dyspnea in CHF patients in the Labuang Baji Hospital Makassar Emergency Department. Method: The nursing process approach, which includes assessment, nursing diagnosis, intervention, implementation, and evaluation, was used in this study's case study design. A 54-year-old man with CHF was the subject, and his primary complaint was shortness of breath. Result: The patient's dyspnea decreased, breathing patterns improved, oxygen saturation rose to 98–99%, and vital signs stabilized after eight hours of treatment. Additionally, the patient reported feeling more at ease and having better sleep. Conclusion: Dyspnea in individuals with congestive heart failure can be effectively reduced by airway management using semi- fowler posture. This straightforward, useful non-pharmacological treatment might be suggested in hospital wards and emergency rooms to maximize patients' respiratory performance. 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia