Abstract :
Diabetic Foot Ulcer (DFU) merupakan komplikasi serius pada
pasien diabetes melitus yang berisiko tinggi terhadap infeksi, gangren, dan
amputasi. Penyembuhan luka kronis seperti DFU sering terhambat oleh neuropati,
iskemia, dan infeksi. Terapi kombinasi modern dressing dan terapi ozon
menawarkan pendekatan inovatif yang dapat mempercepat penyembuhan melalui
efek antimikroba.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan
keperawatan pada pasien DFU melalui kombinasi modern dressing dan terapi ozon,
serta mengevaluasi efektivitas intervensi tersebut terhadap progres penyembuhan
luka.
Metode: Metode dalam penelitian adalah studi kasus ini menggunakan pendekatan
asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian komprehensif menggunakan
instrumen Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BJWAT), perumusan diagnosa
keperawatan berdasarkan data subjektif dan objektif, perencanaan intervensi
berbasis bukti, implementasi tindakan (meliputi pembersihan luka, debridemen
ringan, terapi ozon, pemilihan balutan modern, serta edukasi), dan evaluasi hasil
secara berkala.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan setelah menjalani intervensi kombinasi ozon
dan modern dressing, terjadi penurunan signifikan ukuran luka dari 4-16 cm² menjadi
<4 cm², hilangnya terowongan/goa, peningkatan jaringan granulasi (>25%<75%),
serta percepatan epitelisasi (dari <25% menjadi 50% <75%). Meski demikian, luka
belum sepenuhnya sembuh karena masih terdapat sisa jaringan nekrotik dan
kedalaman luka yang belum menutup sempurna.
Kesimpulan: Kombinasi modern dressing dan terapi ozon dalam asuhan
keperawatan menunjukkan respons positif dalam mempercepat penyembuhan luka
DFU, meskipun memerlukan waktu dan perawatan lanjutan untuk mencapai
kesembuhan total.
Diabetic Foot Ulcer (DFU) is a serious complication of diabetes
mellitus, carrying a high risk of infection, gangrene, and amputation. The healing
process of chronic wounds such as DFU is often hindered by neuropathy, ischemia,
and infection. The combination of modern dressing and ozone therapy offers an
innovative approach to enhance wound healing through antimicrobial effects.
Objective: This study aims to describe the implementation of nursing care for
patients with DFU using a combination of modern dressing and ozone therapy, and
to evaluate the effectiveness of these interventions on wound healing progress.
Methods: This case study employed a nursing care approach that included
comprehensive assessment using the Bates-Jensen Wound Assessment Tool
(BJWAT), formulation of nursing diagnoses based on subjective and objective data,
planning of evidence-based interventions, implementation of wound care procedures
(including wound cleansing, light debridement, ozone therapy, selection of modern
dressings, and patient education), and periodic evaluation of outcomes.
Results: The findings show that after undergoing the combined ozone therapy and
modern dressing intervention, there was a significant reduction in wound size from
416 cm² to <4 cm², disappearance of tunneling, increased granulation tissue
formation (>25% and <75%), and accelerated epithelialization (from <25% to 50–
75%). However, complete healing was not yet achieved due to remaining necrotic
tissue and incomplete wound depth closure.
Conclusion: The combination of modern dressing and ozone therapy as part of
nursing care demonstrated a positive response in accelerating DFU wound healing,
although continued care is required to achieve full recovery.