DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP SELF-EFFICACY DAN KECENDERUNGAN RELAPSE PADA KLIEN RAWAT-INAP BALAI REHABILITASI BNN BADDOKA MAKASSAR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
MUKHLIS, SAHRI RAMADHAN
Subject
RT Nursing 
Datestamp
2026-02-13 01:42:11 
Abstract :
Proses rehabilitasi pada dasarnya merupakan jalan keluar bagi pasien yang ingin pulih dari penyalahgunaan narkoba. Rehabilitasi tidak hanya berfungsi sebagai bentuk balasan untuk menimbulkan rasa jera atas tindakan sebelumnya, rehabilitasi juga menawarkan berbagai manfaat salah satunya membantu menghilangkan ketergantungan pada narkoba. Untuk mencegah kecenderungan penggunaan kembali narkoba, anggota keluarga dan orang terdekat harus menangani masalah yang mungkin muncul dalam masa pemulihan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menentukan bagaimana efikasi diri, dukungan keluarga, serta kecenderungan relapse klien rehabilitasi berhubungan satu sama lain. Studi kuantitatif ini memakai metode cross sectional menggunakan Teknik total sampling yang berlokasi di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar yang berjumlah 48 klien. Dengan instrumen yang digunakan terdiri dari data demografis serta kuesioner dan jawaban dari para responden akan dinilai dengan skor yang mengacu pada skala likert. Pengolahan data menggunakan aplikasi program SPSS dengan menggunakan 2 metode analisis yaitu analisis univariat dan bivariat yang menggunakan uji Chi-Square dengan p- Value = < 0,05. Hasil analisis dari 48 klien rehabilitasi yang di perolah pada dukungan keluarga terhadap self-efficacy klien selama menjalani rehabilitasi yaitu 1 (2,1%) klien memiliki self-efficacy yang rendah di karenakan dukungan keluarga yang rendah, sebaliknya 47 (97,9%) klien memiliki self-efficacy yang tinggi dikarenakan tingkat dukungan keluarga yang tinggi, didapatkan hasil uji chi-square dengan nilai p = 0,02 (< 0,05) menunjukkan korelasi yang signifikan antara dukungan keluarga dan efikasi diri klien selama rehabilitasi. Diketahui bahwa 46 klien (95,8%) memiliki dukungan keluarga yang tinggi dan kecenderungan kambuh yang rendah, sedangkan 1 klien (2,1%) memiliki dukungan keluarga yang rendah dan 1 klien (2,1%) dengan tingkat dukungan keluarga tinggi memiliki kecenderungan kambuh yang tinggi, dengan hasil uji chi-square menunjukkan korelasi yang signifikan antara dukungan keluarga dan kecenderungan klien untuk kambuh dengan p-value = 0,04 (< 0,05). 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia