Abstract :
Proses rehabilitasi pada dasarnya merupakan jalan keluar bagi pasien yang ingin
pulih dari penyalahgunaan narkoba. Rehabilitasi tidak hanya berfungsi sebagai bentuk
balasan untuk menimbulkan rasa jera atas tindakan sebelumnya, rehabilitasi juga
menawarkan berbagai manfaat salah satunya membantu menghilangkan ketergantungan
pada narkoba. Untuk mencegah kecenderungan penggunaan kembali narkoba, anggota
keluarga dan orang terdekat harus menangani masalah yang mungkin muncul dalam masa
pemulihan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menentukan bagaimana efikasi diri,
dukungan keluarga, serta kecenderungan relapse klien rehabilitasi berhubungan satu sama
lain. Studi kuantitatif ini memakai metode cross sectional menggunakan Teknik total
sampling yang berlokasi di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar yang berjumlah 48
klien. Dengan instrumen yang digunakan terdiri dari data demografis serta kuesioner dan
jawaban dari para responden akan dinilai dengan skor yang mengacu pada skala likert.
Pengolahan data menggunakan aplikasi program SPSS dengan menggunakan 2 metode
analisis yaitu analisis univariat dan bivariat yang menggunakan uji Chi-Square dengan p-
Value = < 0,05.
Hasil analisis dari 48 klien rehabilitasi yang di perolah pada dukungan keluarga
terhadap self-efficacy klien selama menjalani rehabilitasi yaitu 1 (2,1%) klien memiliki
self-efficacy yang rendah di karenakan dukungan keluarga yang rendah, sebaliknya 47
(97,9%) klien memiliki self-efficacy yang tinggi dikarenakan tingkat dukungan keluarga
yang tinggi, didapatkan hasil uji chi-square dengan nilai p = 0,02 (< 0,05) menunjukkan
korelasi yang signifikan antara dukungan keluarga dan efikasi diri klien selama rehabilitasi.
Diketahui bahwa 46 klien (95,8%) memiliki dukungan keluarga yang tinggi dan
kecenderungan kambuh yang rendah, sedangkan 1 klien (2,1%) memiliki dukungan
keluarga yang rendah dan 1 klien (2,1%) dengan tingkat dukungan keluarga tinggi memiliki
kecenderungan kambuh yang tinggi, dengan hasil uji chi-square menunjukkan korelasi
yang signifikan antara dukungan keluarga dan kecenderungan klien untuk kambuh dengan
p-value = 0,04 (< 0,05).