Abstract :
Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan salah satu penyakit menular yang masih
menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia yang menempati
peringkat kedua dengan jumlah kasus terbanyak setelah India. Salah satu gejala
utama TB paru adalah sesak napas akibat gangguan ventilasi paru yang
berdampak pada penurunan saturasi oksigen. Upaya non-farmakologis seperti
teknik Pursed Lips Breathing (PLB) terbukti mampu memperbaiki ventilasi paru,
mengurangi dispnea, dan meningkatkan saturasi oksigen. Metode penelitian ini
menggunakan desain laporan kasus pada satu pasien TB paru yang dirawat di
IGD RS Tk II Pelamonia. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi
keperawatan dan pulse oximeter. Intervensi yang diterapkan berupa teknik
pernapasan PLB dengan durasi 10 menit, dilakukan 5–10 siklus, disertai evaluasi
tanda vital dan saturasi oksigen. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan adanya
tiga diagnosa utama, yaitu: (1) bersihan jalan napas tidak efektif, (2) pola napas
tidak efektif, dan (3) nyeri akut. Implementasi PLB memberikan hasil signifikan
berupa peningkatan saturasi oksigen dari 85% menjadi 93%, penurunan frekuensi
napas dari 28x/menit menjadi 24x/menit serta penurunan skala nyeri dari skala 4
ke skala 3. Pasien juga melaporkan penurunan keluhan sesak dan peningkatan
kenyamanan bernapas. Rekomendasi yang dihasilkan dari karya tulis ilmiah ini
adalah teknik PLB dapat dilakukan secara rutin pada pasien TB paru sebagai
modifikasi intervensi keperawatan secara non-farmakologis karena dapat
diajarkan kepada pasien maupun keluarga untuk dilakukan secara mandiri di
rumah. Kesimpulan, penerapan PLB efektif meningkatkan saturasi oksigen dan
memperbaiki pernapasan pasien dan menurunkan tingkat skala nyeri.
Pulmonary tuberculosis (pulmonary TB) is an infectious disease that remains a
global health problem, including in Indonesia, which ranks second in the number
of cases after India. One of the main symptoms of pulmonary TB is shortness of
breath due to impaired lung ventilation, which leads to decreased oxygen
saturation. Non-pharmacological efforts such as the Pursed Lips Breathing (PLB)
technique have been proven to improve lung ventilation, reduce dyspnea, and
increase oxygen saturation.This study used a case report design involving one
pulmonary TB patient treated at the Emergency Department of Pelamonia Level II
Hospital. The instruments used were a nursing observation sheet and a pulse
oximeter. The intervention applied was the PLB breathing technique with a duration
of 10 minutes, performed in 5–10 cycles, accompanied by an evaluation of vital
signs and oxygen saturation. The results of the nursing care identified three main
diagnoses: (1) ineffective airway clearance, (2) ineffective breathing pattern, and
(3) acute pain. The implementation of PLB showed significant outcomes, including
an increase in oxygen saturation from 85% to 93%, a decrease in respiratory rate
from 28 breaths/minute to 24 breaths/minute, and a reduction in pain scale from 4
to 3. The patient also reported reduced shortness of breath and increased
breathing comfort. The recommendation from this scientific paper is that PLB can
be routinely performed in pulmonary TB patients as a non-pharmacological nursing
intervention modification, since it can be taught to both patients and families for
independent practice at home. In conclusion, the application of PLB is effective in
improving oxygen saturation, enhancing patients’ breathing, and reducing pain
levels.