Abstract :
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari sistem
pelayanan kesehatan primer yang berkontribusi terhadap derajat kesehatan
masyarakat. Kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai kualitas
pelayanan, yang dipengaruhi oleh lima dimensi pelayanan berdasarkan teori
SERVQUAL: reliability (kehandalan), assurance (kepastian), tangible (wujud),
empathy (empati), dan responsiveness (cepat tangkap).
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di poli gigi dan mulut
Puskesmas Batua bulan Februari 2025 sebanyak 300 orang. Teknik pengambilan
sampel menggunakan rumus Slovin, diperoleh 75 responden. Data dikumpulkan
melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat
kepercayaan α=0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki
kepuasan yang cukup baik terhadap pelayanan gigi dan mulut. Secara deskriptif,
mayoritas responden menilai kelima dimensi dalam kategori cukup baik: reliability
(85,3%), assurance (69,3%), tangible (62,7%), empathy (69,3%), dan
responsiveness (69,3%).
Secara analitik, ditemukan bahwa, Assurance (kepastian) berhubungan
signifikan dengan kepuasan pasien (p-value = 0,0422), Tangible (wujud)
berhubungan signifikan (p-value = 0,010), dan Responsiveness (cepat tanggap)
juga menunjukkan hubungan signifikan (p-value = 0,028), Sementara itu, reliability
dan empathy tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05), walaupun
secara deskriptif dinilai cukup baik oleh mayoritas responden.
Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai
pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Batua sudah cukup baik pada
seluruh dimensi kualitas pelayanan (reliability, assurance, tangible, empati, dan
responsiveness). Analisis bivariat mengungkapkan bahwa assurance, tangible,
empati, dan responsiveness berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien,
sedangkan reliability tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil ini
sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang menegaskan pentingnya
aspek kepastian, wujud fisik, perhatian personal, dan kecepatan tanggap dalam
meningkatkan kepuasan pasien. Temuan ini menegaskan perlunya perbaikan
pada dimensi yang belum optimal, khususnya kehandalan, agar kualitas
pelayanan semakin merata di semua aspek.
Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepastian pelayanan,
tampilan fisik pelayanan, dan ketanggapan petugas kesehatan menjadi faktor
utama yang memengaruhi kepuasan pasien di Puskesmas Batua. Oleh karena itu,
peningkatan kompetensi petugas, fasilitas pelayanan, serta respons cepat
terhadap keluhan pasien perlu menjadi prioritas peningkatan mutu layanan.