DETAIL DOCUMENT
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS BATUA KOTA MAKASSAR TAHUN 2025
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
HUSAIN, USWATUN HASANAH
Subject
RA Public aspects of medicine 
Datestamp
2026-02-13 01:43:17 
Abstract :
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan primer yang berkontribusi terhadap derajat kesehatan masyarakat. Kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan, yang dipengaruhi oleh lima dimensi pelayanan berdasarkan teori SERVQUAL: reliability (kehandalan), assurance (kepastian), tangible (wujud), empathy (empati), dan responsiveness (cepat tangkap). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di poli gigi dan mulut Puskesmas Batua bulan Februari 2025 sebanyak 300 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin, diperoleh 75 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kepuasan yang cukup baik terhadap pelayanan gigi dan mulut. Secara deskriptif, mayoritas responden menilai kelima dimensi dalam kategori cukup baik: reliability (85,3%), assurance (69,3%), tangible (62,7%), empathy (69,3%), dan responsiveness (69,3%). Secara analitik, ditemukan bahwa, Assurance (kepastian) berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien (p-value = 0,0422), Tangible (wujud) berhubungan signifikan (p-value = 0,010), dan Responsiveness (cepat tanggap) juga menunjukkan hubungan signifikan (p-value = 0,028), Sementara itu, reliability dan empathy tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05), walaupun secara deskriptif dinilai cukup baik oleh mayoritas responden. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Batua sudah cukup baik pada seluruh dimensi kualitas pelayanan (reliability, assurance, tangible, empati, dan responsiveness). Analisis bivariat mengungkapkan bahwa assurance, tangible, empati, dan responsiveness berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien, sedangkan reliability tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang menegaskan pentingnya aspek kepastian, wujud fisik, perhatian personal, dan kecepatan tanggap dalam meningkatkan kepuasan pasien. Temuan ini menegaskan perlunya perbaikan pada dimensi yang belum optimal, khususnya kehandalan, agar kualitas pelayanan semakin merata di semua aspek. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepastian pelayanan, tampilan fisik pelayanan, dan ketanggapan petugas kesehatan menjadi faktor utama yang memengaruhi kepuasan pasien di Puskesmas Batua. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi petugas, fasilitas pelayanan, serta respons cepat terhadap keluhan pasien perlu menjadi prioritas peningkatan mutu layanan. 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia