Abstract :
ABSTRAK
Penyimpanan obat adalah suatu kegiatan pengamanan dengan cara menempatkan
obat-obatan yang diterima pada tempat yang dinilai aman, dimana kegiatan
penyimpanan disini yang mencakup pengaturan tata ruang, proses pengaturan
penyimpanan obat, serta pencatatan stok obat dengan kartu stok. Masalah yang
didapat adalah masih ada sediaan obat yang tidak sesuai dengan aturan tempat
penyimpanannya, misalnya sediaan suppositoria yang seharusnya disimpan di
lemari pendingin dengan suhu 2-8
C tetapi disimpan dalam suhu kamar pada suhu
25-30
o
o
C yang diletakkan pada etalase. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran sistem penyimpanan obat di UPT Puskesmas Turi
Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan.
Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif. Dengan
populasi semua obat yang ada di gudang farmasi UPT Puskesmas Turi dan sample
yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh obat yang ada di gudang
farmasi UPT Puskesmas Turi. Pemilihan sampal dengan teknik Total Sampling.
Teknik pengumpulan data dengan wawancara secara langsung dan instrumen yang
digunakan adalah lembar observasi, sedangkan pengolahan dan analisis data
menggunakan sistem editing, coding, scoring dan tabulating.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa hampir seluruhnya (89,65%) sudah
sesuai standar dan sebagian kecil (10,35%) belum sesuai standar dari 29 observasi
yang di dapatkan di UPT Puskesmas Turi Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan
tahun 2020.
Dari penelitian ini diharapkan dengan penelitian ini dapat meningkatkan mutu
penyimpanan obat khususnya di UPT Puskesmas Turi Lamongan, serta aadanya
perbaikan dan penanggulangan dengan cara bekerjasama dengan Kepala
Puskesmas untuk memperbaiki tata cara dalam sistem penyimpanan obat.
Kata Kunci : Obat, Penyimpanan, pengaturan tata ruang, suppositoria.