Abstract :
ABSTRAK
POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK CIPROFLOXACIN DAN LEVOFLOXACIN
PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH RAWAT INAP
DI RSUD DR. SOEGIRI LAMONGAN
Rakhmah Dwi Putri
1
,
Sulistiyowati, S.ST., M.Kes
, apt. Sri Bintang Sahara M.K.N., M.Farm
2
3
1,2,3
Universitas Muhammadiyah Lamongan
ISK adalah infeksi yang terjadi disepanjang saluran kemih, termasuk ginjal itu
sendiri, akibat poliferasi suatu mikroba organisme. ISK dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu ISK bagian bawah dan ISK bagian atas. Antibiotik merupakan
golongan obat yang paling banyak digunakan terkait banyaknya kejadian infeksi
bakteri. Pengobatan ISK yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping yang
tidak diinginkan dan dapat mengakibatkan resistensi pada penggunaan terapi
antibiotik. Oleh sebab itu, peneliti ingin mengetahui gambaran pola penggunaan
dan mengidentifikasi antibiotik Ciprofloxacin, Levofloxacin dan kombinasi
(Ciprofloxacin dan Levofloxacin).
Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara accidental
sampling dengan jumlah populasi sebanyak 32 pasien yang terdiagnosa ISK dan
sampel sebanyak 30 pasien. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien usia 14
tahun sampai 45 tahun yang terdiagnosa ISK dan pasien yang mendapatkan terapi
antibiotik di RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Data ini diambil dengan menggunakan
lembar observasi dan dianalisis meliputi karateristik pasien, antibiotik dan
pengobatan rasional.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa obat yang sering digunakan yaitu
antibiotik Ciprofloxacin dari 23 pasien dengan persentase 76% dan untuk
rasionalitas pengobatan dengan persentase 91,30%. Perbandingan pengobatan ISK
di RSUD Dr. Soegiri Lamongan dengan Standar pengobatan ISK dari ISO
Farmakoterapi Indonesia yaitu sesuai.
Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa pengobatan ISK perlu diperhatikan
karena penggunaan obat ISK yang tidak rasional dapat menimbulkan efek
samping yang tidak diinginkan dan resistensi pada antibiotik.
Kata Kunci: ISK, Pola Pengunaan Antibiotik