Abstract :
ABSTRAK
Demam tifoid adalah infeksi akut pada usus halus yang dikarenakan oleh bakteri
Salmonella typhi atau Salmoella paratyphi A, B, C. Penularan demam tifoid yang
melaluifecal dan oral yang masuk tubuh manusia yang disebabkan oleh makanan
dan minuman yang terkontamiasi(Nuruzzman Hilda&Fariani Syahrul, 2016).
Pada bulan Oktober tahun 2019 demam tifoid merupakan penyakit nomer 1 dari
10 besar penyakit di UPT Puskesmas Babat, angka kejadian demam tifoid
sebanyak 50 pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Profil Pengobatan
Antibiotik Demam Tifoidpada Pasien Rawat Inap di UPT Puskesmas Babat
Kabupaten Lamongan.
Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif, pasien yang terdiaknosademam
tifoid dengan rentang usia ≥ 17 tahun yang mendapatkan terapi antibiotik , dan
tercatat di rekam medis sebanyak 115responden di UPT Puskesmas Babat
Kabupaten Lamongan pada bulan Oktober - Desember 2019. Teknik sampling
menggunakan Total sampling.Data yang digunakan bersifat retrospektif. Analisis
data dengan editing, tabulating dan disajikan dalam bentuk tabel.
Hasil penelitian ini,antibiotik yang di gunakan untuk pasien demam tifoid di
UPT Puskesmas Babat adalah sebagian besar pengobatan antibiotik mengunakan
golongan Sefalosporin yaitu Cefadroxil (39,1%) dan sebagian kecil menggunakan
pengobatan antibiotik golongan kuinolon yaitu ciprofloaxim (0,8%).
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan bahwa
pentingnya mengetahui tentang pengobatan antibiotik yang sesui bagi pasien
demam tifoid.
Kata Kunci : Antibiotik , Demam tifoid