Abstract :
ABSTRAK
Persalinan merupakan fase terminal dari tahap kehamilan. Dari 10 ibu bersalin
didapatkan 6 atau 60% ibu bersalin mengalami ruptur perineum.Tujuan penelitian
ini adalah mencari pengaruh pemberian posisi berbaring miring terhadapkejadian
ruptur perineum pada ibu bersalin di BPM Waty S.Amd.Keb
Desain penelitian dengan pendekatan pre-eksperimen. Populasi adalah seluruh ibu
melahirkan di BPM Waty S.Amd.Keb sebanyak 30 responden. Sampel di ambil
dengan cara Simple Random Sampling sejumlah 28 responden. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner dilakukan analisis dengan uji Mann whitney dengan
tingkat kemaknaan α=0,05.
Hasil penelitian adalah Sebagian diberikan Posisi Berbaring Miring Pada Ibu
Bersalin di BPM Waty S.Amd.Keb sebanyak 13 responden atau 50.0%. Hampir
sebagian Ibu Bersalin di BPM Waty S.Amd.Keb mengalami ruptur perineum
tingkat I sebanyak 10 ibu bersalin atau 71.42%. Sedangkan hasil dengan
menggunakan uji koefisien phi didapatkan hasil nilai dengan nilai nilai Z= -3.066
dan p = 0,002 diamana p < 0,05sehingga terdapatPengaruh Pemberian Posisi
Berbaring Miring Terhadap Kejadian Rupture Perineum Pada Ibu Bersalin di
BPM Waty S.Amd.Keb Desa Sendang Agung Kecamatan Paciran Kabupaten
Lamongan.
Menilik hasil yang di dapat banyak faktor yang berperan dalam terjadinya ruptur
perineum di perlukan upaya-upaya preventif untuk menurunkan angka terjadinya
ruptur perineum salah satunya dengan posisi berbaring miring.
Kata kunci : Posisi Berbaring Miring, Ruptur Perineum.Ibu Bersalin.