Abstract :
Abstrak
Latar belakang : Fraktur lengan yang meliputi corpus atau shaft ulna. Fraktur
lengan bawah diklasifikasikan lebih lanjut menurut lokasinya yaitu, sepertiga
proksima, sepertiga tegah, dan sepertiga distal. Fraktur antebrachhi merupakan
terputusnya kontinuitas tulang yang terjadi pada tulang radius atau ulna.
Manifestasi dari kasus ini ditemukan ada nyeri gerak, nyeri tekan, dan
keterbatasan lingkup gerak sendi.
Tujuan: Identifikasi pengaruh pemberian Short Wave Diathermy Dengan
menggunakan modalitas SWD ini nyeri pad akaus post gips fraktur ulna dapat
menurunkan nyeri karena adanya efek pemanasan yang lebih banyak terjadi di
dalam jaringan vaskuler, modalitas Ultra Sound ini dapat meningkatkan LGS
karena memiliki efek thermal, tetapi ultrasound juga sangat bermanfaat dalam
terapi gangguan musculoskeletal, menghancurkan jaringan parut dan membantu
mengulur tendon, Ultrasound terapetik juga memiliki efek anti peradangan yang
dapat mengurangi nyeri dan kekakuan sendi pada kasus Post Gips Fraktur Ulna
Dextra, dan Terapi Latihan untuk mengembalikan fungsi dan kekuatan otot-otot
pada kasus Post Gips Fraktur Ulna Dextra.
Hasil: setelah dilakukan terapi selama 6 kali pertemuan, didapatkan hasil adanya
penurunan nyeri diam T0ïŠ menjadi T6:0, nyeri tekan T0: 6 menjadi T6: 4, nyeri
gerak T0:7 menjadi T6: 5. LGS meningkat dari T0 : 40á´¼ menjadi T6 : 60á´¼ dapat
mengatasi gangguan yang ada pada kasus fraktur antebrachii proksimal distra post
GIPS.
Kata kunci : Fraktur ulna, Short Wave Diathermy, Ultra Sound, dan Terapi
Latihan.