Abstract :
ABSTRAK
Masa nifas berlangsung sekitar 6 minggu, pada masa nifas terjadi
perubahan fisiologis yaitu perubahan fisik, involusi uterus, pengeluatan lochea,
laktasi atau pengeluaran air susu ibu (Sarwono,2009). Masa nifas ini terjadi
beberapa masalah diantaranya ibu nifas mengeluh karena mengalami kesulitan
dalam buang air besar dimana feses menjadi lebih padat sehingga sulit untuk
dikeluarkan yang disebut dengan konstipasi. Masalah penelitian ini adalah masih
ada ibu nifas yang mengalami konstipasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui
hubungan pengetahuan kebutuhan nutrisi tinggi serat dengan kejadian konstipasi
ibu nifas.
Desain penelitian ini menggunakan metode analitik. Pendekatan yang
digunakan cross sectional. Populasi sebanyak 30 orang dan sampel yang diambil
28 orang di BPS Ny. Insulami S.ST. variabel independen nutrisi serat dan variabel
dependen Konstipasi. Data dikumpulkan dengan menggunkan kuesioner dan
menggunkan wawancara, kemudian di tabulasi dan di analisis dengan uji koefisien
kontingensi dengan tingkat signifikan α =0,05 (p < α).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu nifas mendapat nutrsi serat yang
kurang mengalami konstipasi sebanyak 4 ibu nifas atau 66,7% dan, sedangkan
sebagian besar dari 28 ibu nifas yang mendapat nutrsi tinggi serat yang cukup
tidak mengalami konstipasi sebanyak 11 ibu nifas atau 73,3%, dan seluruh ibu
nifas sebanyak 7 ibu nifas atau 100 % yang mendapat nutrisi tinggi serat yang
baik tidak mengalami konstipasi. Hasil uji koefisien kontingensi C = 0,450
dimana p≤0,05. Sehingga hasil H1 diterima artinya ada hubungan antara
pemenuhan kebutuhan nutrisi tinggi serat dengan kejadian konstipasi ibu nifas.
Melihat hasil penelitian ini diperlukan pemberian healt education serta
contoh tentang pentingnya pola makan terutama nutrisi tinggi serat untuk
meminimalkan kejadian konstipasi pada ibu nifas.
Kata kunci : Nutrisi tinggi serat. Konstipasi, Ibu nifas.