Institusion
Universitas Muhammadiyah Lamongan
Author
MILLA OKTAVIA, AYU SAPUTRI
Subject
RZ Other systems of medicine
Datestamp
2022-02-05 09:41:10
Abstract :
ABSTRAK
Latar Belakang : Bell’s adalah kelumpuhan pada saraf tepi terjadi secara alami
dan tanpa penyebab (idiopatik) tapi tidak menutup kemungkinan terjadi karena
edema di daerah nervus facialis masalah yang pasien keluhkan adalah mulut yang
tampak mencong, ketidakmampuan melakukan aktivitas fungsional pada otot
wajah.
Tujuan : Untuk menentukan implementasi dari fisioterapi yaitu mengurangi nyeri
dan spasme, untuk meningkatkan serta menguatkan otot pada wajah menggunakan
modalitas Short Wave Diathermy, Electrical stimulation, dan Massage.
Metode : Intervensi yang digunakan pemberian Electrical stimulation sebanyak
30 kontraksi, Short Wave Diathermy selama 15 menit dan Massage.
Hasil : Setelah dilakukan terapi selama 6 kali, diperoleh dari pengukuran
menggunakan Ugo Fisch Scale sebagai berikut : (a) istirahat T0 = 14 menjadi T6 =
20, (b) mengerutkan dahi T0 = 3 menjadi menjadi T6 = 10, (c) menutup mata T0 =
9 menjadi T6 = 30, (d) tersenyum T0 = 9 menjadi T6 = 30, (e) bersiul T0 = 3
menjadi T6 = 10. Sedangkan hasil pengukuran kekuatan otot wajah menggunakan
MMT sebagai berikut : (a) m.frontalis, (b) m.corrugator supercili, (c)
m.orbicularis oculi, (d) m.zygomaticum mayor, (e) m.zygomaticum minor, (f)
m.nasalis, (g) m.orbicularis oris, (h) m.platysma, (i) m.risorius T0 = 3 menjadi T6
= 5
Kesimpulan : Pemberian terapi Electrical stimulation (faradic), short wave
diathermy dan massage dapat memperbaiki kekuatan otot dan meningkatkan
aktivitas fungsional pada wajah.
Kata Kunci : Bell’s Palsy, Electrical stimulation, Short Wave Diathermy,
massage.