Abstract :
ABSTRAK
Pemberian MP-ASI dini yang tidak tepat waktu akan beresiko meningkatkan kematian pada balita. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui hubungan antara budaya dengan pemberian MP-ASI dini Pada bayi usia 0-6 bulan. Jenis penelitian ini adalah crosssectional dengan subyek ibu bayi usia 0-6 bulan sebanyak di desa Maindu kecamatan kedungpring kabupaten Lamongan. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik ibu yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, paritas serta budaya ibu tentang pola pemberian MP-ASI. Data diolah dengan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil menunjukan bahwa ibu bayi sebagian besar berumur 20-21tahun (51,4%) dengan pendidikan SekolahDasar dan Sekolah Menengah Pertama (28,6%). Sebagian ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga dengan bayinya yang usia kurang dari 6 bulan adalah anak kedua (48,6%) dengan tingkat kebudayaan yang mendukung untuk pemberian MP-ASI dini (74,3%) dan sebagiab besar ibu memberikan MP-ASI dini (74,3%). Hasil uji chi-square diperoleh nilai pm(Asymp. Sig) adalah 0,000 karena nilai p>α(0,05), interpretasinya adalah ada hubungan antara budaya ibu dengan pemberian MP-ASI dini pada bayi usia 0-6 bulan. Disarankan bagi responden hendaknya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pemberian MP-ASI bahwa makanan pendamping ASI dianjurkan diberikan saat bayi berusia 6 bukan lebih.
Kata kunci : Budaya, Pemberian MP-ASI dini