Abstract :
ABSTRAK
Banyak persoalan ketika seseorang menderita penyakit tertentu yang tidak memiliki
motivasi untuk kesembuhannya. Dalam meningkatkan kesembuhan seseorang
dapat diberikan terapi berupa bimbingan rohani. Penelitian bertujuan untuk
mengetahui pengaruh bimbingan rohani terhadap motivasi kesembuhan pasien.
Penelitian mengguanakan pre-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test–
post-test desain, populasinya seluruh pasien penyakit kronis di Ruang Irna Umum
dan Irna Bedah Rumah Sakit Islam Lamongan, dengan Consecutive Sampling dan
sampelnya 20 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data diambil dari jawaban
kuesioner, dan dianalisi dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan signifikasi
p<0,05
Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan bimbingan rohani sebagian besar
(70%) 14 orang memiliki motivasi kurang. sebagian kecil (30%) 6 pasien memiliki
motivasi cukup. Sedangkan sesudah diberikan bimbingan rohani hampir seluruhnya
(80%) 16 pasien memiliki motivasi baik, sebagian kecil (5%) 1 pasien memiliki
motivasi kurang.
Hasil uji statistik didapatkan nilai Z -3,938. Probabilitas 1-0,0004 karena uji 2 sisi,
Sig.0,000 (p<0,05). Zhitung menjahui angka kritis Z ± 1,96, terdapat pengaruh kuat,
sehingga Ho ditolak dan H1 diterima berarti ada pengaruh peningkatan motivasi
kesembuhan pasien sesudah dilakukan bimbingan rohani.
Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi dalam pemberian
asuhan keperawatan yang mencakup aspek bio-psiko-sosial-spiritual.
Kata kunci: Bimbingan rohani, Motivasi Kesembuhan, Penyakit kronis