DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH IBU DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RUANG NEONATUS RSUD DR. SOEGIRI LAMONGAN TAHUN 2017
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Lamongan
Author
DIVA, AULIA
Subject
RG Gynecology and obstetrics 
Datestamp
2021-09-16 07:24:40 
Abstract :
ABSTRAK Aulia, Diva. 2017. Hubungan antara Indeks Massa Tubuh Ibu dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Ruang Neonatus RSUD dr. Soegiri Lamongan. (1) Hj. WS Tarmi, S.Psi.,S.ST.,M.Kes, (2) Lilin Turlina S.SiT.,M.Kes. BayiBeratLahirRendah(BBLR) merupakan indikator pentingkesehatanreproduksidankesehatanumumpadamasyarakatdanmerupakan predictor penyebabkematianpadabulanpertamakelahiranseorangbayi.Survey awal yang dilakukandi dapatkan 141 ibu bersalin di antaranya terdapat 21 (14,9%) kejadian BBLR. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Indeks Massa Tubuh Ibu dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah. Desain penelitian Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruhbayi lahir dengan BBLRdi RSUD dr. Soegiri Lamongan pada bulan Juli 2016 sampai bulan Desember 2016. Variable yang diteliti adalah kejadian Bayi Berat Lahir Rendah BBLR.Besar sampel 29bayi BBLR yang dipilih secara simple random sampling.Instrument pengumpulan data menggunakan data sekunderdan lembar observasi, data dianalisis dengan korelasi Spearman (p=0,05). Hasil penelitian sebagian besar ibu dengan Indeks Massa Tubuh Kurang yaitu 51, 8 %, sebagian besar bayi mengalami BayiBerat Lahir Rendah yaitu 65,5 %. Hasil uji korelasi Spearman yaitu rs = -0,666 dan P < 0,05 (0,000) sehingga H1 diterima berarti terdapat Hubungan Indeks Massa Tubuh Ibu dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Ruang Neonatus RSUD dr. Soegiri Lamongan Tahun 2017. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan pemberian Health Education (HE) pada ibu hamil tentang pentingnya gizi untuk mencegah terjadinya bayi BBLR. Kata kunci :BBLR, Indeks Massa Tubuh, pentingnya gizi ibu hamil 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Lamongan