Institusion
Universitas Muhammadiyah Lamongan
Author
‘ABIDAH, NOVARIA KHABIB
Subject
Fakultas Ilmu Kesehatan
Datestamp
2024-08-19 07:37:42
Abstract :
Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan tekanan darah <140/90 mmHg.
Terapi pasien hipertensi dilakukan selama seumur hidup. Amlodipin merupakan
golongan CCB yang menjadi terapi lini pertama pada pasien hipertensi usia lanjut
yang dikonsumsi 1x Sehari bisa diberikan pagi atau malam hari. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perbedaan penurunan tekanan darah dari pasien
hipertensi yang diberikan obat amlodipin pada pagi hari dengan malam hari
dengan komorbid diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Babat Kabupaten
Lamongan. Metode penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan
menggunakan cross sectional dan data prospektif. Pada penelitian ini terbagi
menjadi dua kelompok yaitu pemberian terapi amlodipin pada pagi dan malam
hari, pengamatan pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah
selama tiga bulan, kemudian dibandingkan antara selisih tekanan darah sistole dan
diastole pagi dan malam hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang
mengkonsumsi amlodipin pagi hari mengalami penurunan tekanan darah rata-rata
sistole sebesar 11,1 mmHg dan diastole 8,97 mmHg. Pada pasien yang
mengkonsumsi amlodipin pada malam hari mengalami penurunan tekanan darah
rata-rata untuk sistole sebesar 17,57 mmHg dan untuk diastole sebesar 10,37.
Hasil uji statisik menggunakan Wilcoxon memiliki nilai selisih penurunan tekanan
darah sistole pagi dan malam nilai p= 0,184 dan untuk selisih penurunan tekanan
darah diatole pagi dan malam nilai p= 0,420, sehingga tidak terdapat pengaruh
yang signifikan antara penurunan tekanan darah sistole dan diastole pada pagi dan
malam hari. Pemantauan tekanan darah penting dilakukan pada pasien-pasien usia
lanjut, sehingga membutuhkan penatalaksanaan terapi yang seimbang antara
terapi farmakologi dengan terapi non farmakologi pada pasien hipertensi di usia
lanjut.