Abstract :
Tuberculosis (TBC) adalah salah satu penyakit mematikan di Dunia yang menyerang
saluran pernapasan disebabkan Mycobacterium Tuberculosis. Indonesia menjadi negara
salah satu dengan kasus penderita TBC terbanyak di Dunia. Untuk menangulangi masalah
tersebut dibutuhkan upgrade pengobatan oleh tenaga kesehatan seperti melakukan
monitoring kepada pasien. Tujuan penelitian ini adalah merangkai dan mengkarakterisasi
alat monitoring. Alat monitoring dirancang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup
penderita TBC dan membantu penanganan pasien oleh tenaga kesehatan. Dengan
memanfaatkan perkembangan teknologi, yaitu IoT (Internet of Things) yang dapat
mengendalikan peralatan elektronik jarak jauh. Alat monitoring didukung dengan web
arduino cloud sebagai website pengiriman dan penyimpanan data batuk pasien, sehingga
tenaga kesehatan dapat mengetahui tingkat keparahan batuk setiap waktu dan segera
melakukan tindakan. Metode karakterisasi alat monitoring ini dengan melakukan
pengambilan data nilai akurasi dan error, sensitivitas, repeatibillity, presisis dan resolusi
alat. Sebelum pengambilan data alat dikalibrasi menggunakan kalibrator SLM (Sound
Level Meter) dan Audiotool dengan audio generator 1000Hz. Dari penelitian ini diperoleh
hasil nilai akurasi 95,78% dan error 4,22% cukup baik, nilai tersebut mendekati nilai yang
diharapkan yang telah ditentukan pada distribusi gaussian yang seharusnya 5%. Sensitivitas
alat didapatkan nilai rata-rata SLM dengan sensor 0,05 dan audiotool dengan sensor sebesar
0,02, repeatibillity didapatkan nilai 50%, presisi mendapatkan nilai memiliki kedekatan
data sebesar 0,01, dan resolusi alat 0,005.