Abstract :
Desa Laren merupakan sebuah Desa yang terletak di Kecamatan Laren Kabupaten
Lamongan, Salah satu yang dilalui bengawan solo adalah Desa Laren, air sungai
bengawan solo dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti pertanian,
perikanan, industri bahkan kegiatan domestik, yang berpotensi mencemari sungai
bengawan solo sehingga akan berdampak salah satunya yakni banjir. Banjir sering
kali menjadi tantangan alam di beberapa Kecamatan yang ada di ada di Kabupaten
Lamongan terkhusus di Kecamatan Laren yang bertepatan di Desa Laren. Dampak
banjir di kabupaten lamongan semakin meluas dan meningkat secara intensif dari
tahun ke tahun, yang menyebabkan kerugian signifikan bagi penduduk. beberapa
dampak yang ditimbulkan karena adanya banjir antara lain, menimbulkan kerugian
material, merusak bangunan, menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan becek,
menyebarnya bibit penyakit, menggangu lalu lintas dan kelangkaan air bersih.
Penelitian ini menggunakan metode rule-based untuk mengukur batasan yang
ditetapkan dan water level sensor untuk mengukur ketinggian air bengawan solo
berbasis IoT. IoT merupakan sebuah teknologi yang merupakan revolusi komputasi
dan komunikasi ysng mencerminkan masa depan, dan pertumbuhannya dari sensor
nirkabel hingga nano teknologi dan masih banyak lagi tergantung pada dinamika
teknologi inovasi di bidang-bidang penting. Dari perhitungan yang di dapat bisa
simpulkan bahwa nilai rata-rata dari sistem monitoring ketinggian air bengawan
solo sebesar 151,7 sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi air bengawan solo
dalam keadaaan ?AMAN? dengan status ?Aman Untuk Berenang?.