Abstract :
Sinar ultraviolet merupakan sumber energi yang memiliki manfaat bagi
tubuh manusia namun dampak negatifnya warna kulit menjadi kemerahan dan rasa
terbakar pada kulit. Untuk menangkal paparan sinar ultraviolet yang berlebihan
dibutuhkan senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
aktivitas antioksidan dan stabilitas fisik serum probiotik yang mengandung
Lactobacillus bulgaricus ferment lysate. Kandungan antioksidan yang tinggi dapat
menetralisirkan dan melawan radikal bebas pada tubuh khususnya pada jaringan
kulit. Probiotik tidak bisa diaplikasikan secara langsung, melainkan harus di
formulasikan dalam sediaan kosmetik seperti serum. Sediaan serum merupakan
salah satu sediaan topical yang mengandung senyawa antioksidan tinggi dibanding
sediaan lainnya. Untuk mengetahui aktivitas antioksidan dalam sediaan kosmetik
dapat menggunakan metode DPPH. Untuk mengetahui keamanan suatu produk
sediaan serum dapat di perlukan uji stabilitas. Stabilitas memiliki peran penting
untuk menetapkan variable yang akan di evaluasi dan mengukur variasi dari waktu
ke waktu. Metode yang digunakan meliputi pembuatan sediaan serum yaitu
menggunakan metode DPPH, dan evaluasi stabilitas fisik sediaan serum yang
meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji viskositas.
Hasil penelitian berupa uji antioksidan dengan metode DPPH mendapatkan nilai
IC50 yaitu pada F1 dengan probiotik 1% (10.20) F2 dengan probiotik 2% (8.48) F4
dengan probiotik 4% (9.31) kontrol + (9.47). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
serum probiotik memiliki aktivitas antioksidan yang signifikan dan stabilitas fisik
yang baik. Serum ini berpotensi digunakan sebagai produk perawatan kulit yang
efektif, terutama dalam melawan radikal bebas dan menjaga kesehatan kulit.