Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
FENI, APRIANANDA
Subject
610.92 Petugas Medis, Dokter
Datestamp
2024-09-26 09:16:09
Abstract :
Tanaman srikaya (Annona squamosa L.) telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai obat herbal atau tradisional karena manfaatnya yang luas dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Sementara itu, daun kayu putih mengandung senyawa antibakteri seperti 1,8-sineol, ?-pinene, ?-pinen, dan ?-terpineol. Penelitian ini berfokus pada metabolit sekunder yang dihasilkan dari fermentasi fungi endofit daun srikaya, yang berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif untuk penemuan obat baru. Metode yang digunakan adalah true experimental design, dengan tujuan memperoleh data akurat melalui isolasi fungi dari sampel daun srikaya menggunakan media PDA (Potato Dextrose Agar). Fungi yang berhasil diisolasi kemudian difermentasi pada media padat untuk menghasilkan ekstrak metabolit sekunder. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, dan ekstrak kental diperoleh menggunakan rotary evaporator. Ekstrak kering yang dihasilkan digunakan untuk uji aktivitas antibakteri dan antijamur. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) digunakan untuk mengidentifikasi profil fungi dan menyeleksi fungi yang akan diuji zona hambatnya. Pengukuran diameter zona bening (clear zone) dilakukan untuk membuktikan kemampuan jamur endofit dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya hambat ekstrak metabolit sekunder daun srikaya hasil fermentasi terhadap bakteri dan patogen melalui pengamatan zona bening. Isolat fungi yang menunjukkan daya hambat tertinggi dapat dianggap memiliki aktivitas optimal sebagai agen antibakteri dan antijamur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang potensi fungi endofit dari daun srikaya sebagai sumber senyawa bioaktif untuk pengembangan obat baru yang efektif melawan bakteri dan jamur patogen.