Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi serta menilai peran Abdi Dalem dalam tradisi Sekaten selama kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX sampai Sri Sultan Hamengkubuwono X di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Metode yang diterapkan oleh peneliti dalam skripsi ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekaten merupakan sebuah tradisi yang hadir sejak zaman Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Demak. Pada masa Kerajaan Majapahit tradisi sekaten dilaksanakan dalam bentuk sesaji yang diberikan kepada para arwah leluhur sedangkan pada masa Kerajaan Demak pelaksanaan upacara sekaten ini adalah sebagai usaha untuk memperluas dan memperdalam rasa jiwa keislaman bagi seluruh masyarakat Jawa. Peran abdi Dalem sangat signifikan dalam menjaga dan melestraikan kebudayaan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang terkait dengan pelaksanaan tradisi Sekaten maupun tradisi-tradisi lainnya. Pada tahun 2023, berdasarkan hasil prasurvei peneliti menunjukkan bahwa peran abdi dalem dalam proses pelaksanaan tradisi sekaten dari tahun ke tahun tidak ada perbedaan hanya saja terdapat sedikit pergeseran dari segi minat partisipasi para pengunjung. Dimana saat perayaan sekaten selalu ada pasar malam selama seminggu yang sudah ada sejak Raja Sri Sultan Hamengkubuwono I sampai Sri Sultan Hamengkubuwono IX, tetapi pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono X pasar malam telah ditiadakan. Dan tentu hal ini menjadi penyebab kurangnya antusias masysrakat untuk datang ke tradisi sekaten.