Abstract :
Strategi dalam pelayanan publik melibatkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat oleh pemerintah. Permasalahan utama adalah etika pelayanan yang tidak standar dan tidak adanya prosedur pasti, menyebabkan praktik seperti pungutan liar dan ketidakadilan dalam pelayanan. Hal ini menurunkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Kantor Imigrasi Kelas III Kota Bima, dalam melayani pembuatan paspor, menghadapi tantangan serupa, seperti pelayanan tidak merata dan pengawasan yang lemah. Penelitian ini akan fokus pada strategi peningkatan kualitas pelayanan paspor di Kantor Imigrasi Kelas III Kota Bima. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Kantor Imigrasi Kelas III Kota Bima dapat meningkatkan kualitas pelayanan pembuatan paspor melalui strategi peningkatan aksesibilitas layanan, penggunaan teknologi informasi, pelatihan petugas, dan orientasi pelanggan. Implementasi sistem antrean online, aplikasi digital, serta umpan balik masyarakat memastikan pelayanan berorientasi pelanggan. Evaluasi berkala dan kemitraan dengan berbagai pihak juga penting untuk memperbaiki kualitas layanan, sehingga memberikan pelayanan publik yang lebih baik dan memuaskan.