Abstract :
Salah satu teknik bercocok tanam yang dapat dilakukan dilahan terbatas, perawatan yang mudah, dan nilai jual tinggi adalah Hidroponik, yang memanfaatkan pipa dan media air sebagai tempat bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah. Penelitian bertujuan merancang alat ukur ketinggian air dan cara unjuk kerja dari alat ukur ketinggian air berbasis Internet of Things (IoT) pada sistem hidroponik. Alat pengukur ketinggian air ini menggunakan sensor ultrasonik dan mikrokontroler seperti Arduino UNO yang terhubung ke modul WiFi ESP8266, data ketinggian air dikirim ke aplikasi Blynk memungkinkan pengguna mengakses data dari jarak jauh melalui smartphone, memantau kondisi air secara langsung. Pengujian alat dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pengoperasian alat pagi hari pukul 09.00-10.00 Wita, siang hari pukul 12.00-13.00 Wita, dan malam hari pukul 18.00-19.00 Wita dan dilakukan ulangan sebanyak tiga kali. Data hasil pengamatan dianalisa dengan menggunakan matematis sederhana dengan perhitungan excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran pada pagi hari menunjukkan hasil yang konsisten yaitu 3,67 cm, pengukuran siang hari selalu menunjukkan 4 cm, pengukuran pada malam hari menunjukkan sedikit variasi, dengan nilai 4 cm pada dua hari pertama dan 3,89 cm pada hari ketiga. Fluktuasi ini disebabkan oleh faktor-faktor eksternal seperti perubahan suhu yang mempengaruhi kecepatan sinyal ultrasonik dan akurasi pengukuran. Alat ini berhasil mengukur ketinggian dengan konsisten, menampilkan data secara real time pada layar LCD dan aplikasi Blynk.