Abstract :
Simpang Empat Tugu Pringgasela merupakan simpang tak bersinyal. Belum adanya traffic light pada persimpangan ini menyebabkan kondisi pergerakan lalu lintas tak beraturan. Kondisi lingkungan pada simpang empat Tugu Pringgasela merupakan yang termasuk padat penduduk, karena daerah tersebut terdapat pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah makan dan pedagang kaki lima yang dapat mempengaruhi volume lalu lintas. Sehubungan dengan hal tersebut penulis akan melakukan analisa kinerja simpang tak bersinyal pada Simpang Empat Tugu Pringgasela menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) tahun 2023 dan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kinerja simpang tak bersinyal dengan menggunakan metode PKJI 2023 dan metode MKJI 1997. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data primer seperti volume arus kendaraan, giometrik simpang, dan data skunder seperti jumlah penduduk dan peta lokasi penelitian. Selanjutnya data diolah secara manual menggunakan metode PKJI 2023 dan metode MKJI 1997.
Hasil yang didapatkan untuk volume lalu lintas tertinggi untuk PKJI 2023 terdapat pada hari Kamis 27 Juni 2024 jam 11:30 ? 12:30 dengan jumlah volume lalu lintas (q) sebesar 744 SMP/Jam, kapasitas (C) 3156 SMP/Jam, derajat kejenuhan (DJ) 0,236, tundaan (T) 8,01 detik/kend, peluang antrian (Pa) 3,4% -10,4%, dengan tingkat pelayanan B. Sedangkan pada MKJI 1997 terdapat pada hari Minggu 30 Juni 2024 jam 17:00 ? 18:00 dengan jumlah volume lalu lintas (qTOT) 1327 SMP/Jam, kapasitas (C) 3244 SMP/Jam, derajat kejenuhan (DS) 0,409, tundaan (D) 9,449 detik/kend, peluang antrian (QP) 7,9% - 19,2% dengan Tingkat pelayanan B.
Kata kunci : Simpang tak bersinyal, Derajat kejenuhan, Tundaan