Abstract :
Sempel tanah dalam penelitian ini merupakan tanah lempung yang berasal
dari Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Beberapa
permasalahan yang sering dijumpai pada tanah lempung yaitu nilai plastisitas yang
tinggi, kembang susut yang relatif besar, dan kekuatan geser yang rendah. Salah
satu cara yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan
cara distabilisasi menggunakan Sabut kelapa dan abu sekam padi.
Penelitian ini dilakukan di Laboratium Mekanika Tanah, Program Studi
Teknik Sipil, Fakulta Teknik, Universitas Muhammadiyah Mataram, Dari hasil
pengujian batas atterberg bahawa mendapatatkan klasifikasi tanah masuk pada
golongan A-7-5/A-7-6. Metode yang digunakan adalah uji kuata geser langsung
( direct shear test ) untuk menentukan prameter kekuatan geser tanah yaitu nilai
kohesi ( c ) dan sudut geser dalam ( ? ), dengan variasi campuran sabut kelapa
sebesar 0%, 1,5%, 2%, 2,5%, dan 3%, dan abu sekam padi sebesar 25%. Sempel
tanah di ambil dari Desa Sigar Penjalin, Kec. Tanjung, Kab. Lombok Utara.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan sabut kelapa sebesar
1,5%, dan abu sekam padi 25% adalah persentase optimum pada sempel tanah yang
di campur dengan sabut kelapa dan abu sekam padi. Pada sempel tanah asli
ditambahkan sabut kelapa sebesar 1,5% dan abu sekam padi 25% mendaptkan nilai
kohesi ( c ) sebesar 0,272 kg/cm2 dan sudut geser dalam ( ? ) sebesar 20,3360
.