Abstract :
Bahasa berfungsi sebagai media bagi individu untuk berkomunikasi dan menyampaikan emosinya dalam situasi sehari-hari. Bahasa memiliki arti penting sebagai instrumen yang vital, seperti yang dibuktikan dengan eksplorasi dalam penelitian ini mengenai pentingnya bahasa kiasan. Memahami bahasa kiasan sangat penting bagi para penggemar sastra, yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan wawasan baru dari puisi. Pada intinya, bahasa kiasan memungkinkan penyair untuk menyampaikan ide dan emosi mereka secara efektif, memastikan bahwa pesan mereka beresonansi dengan pembaca. Dalam penelitian ini, peneliti meneliti jenis bahasa kiasan yang didukung oleh teori M.H Abrams dan Leech dan berdasarkan teori Charles Dillon Perrine. Pemicu dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi berbagai jenis bahasa kiasan yang digunakan dalam puisi-puisi Robert Frost dan maknanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan menganalisis beberapa puisi terpilih karya Frost. Peneliti menggunakan teknik pencatatan selama pengumpulan data, yang melibatkan membaca, menulis, dan mencari puisi-puisi Frost yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian. Analisis data melibatkan pembacaan, identifikasi, pemahaman, dan penarikan kesimpulan dari setiap puisi yang dianalisis. Temuan-temuan tersebut mengungkapkan bahwa perincian bahasa kiasan di seluruh puisi yang dipilih adalah sebagai berikut: ada sebelas contoh metafora, delapan contoh personifikasi, enam contoh simbol, dua contoh hiperbola, dua contoh citraan, dua contoh paradoks, dan satu contoh ironi. Oleh karena itu, terbukti bahwa "metafora" mendominasi puisi-
puisi yang dipilih.