DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN POLIFARMASI DENGAN POTENSI TERJADINYA INTERAKSI OBAT PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI RSUD PROVINSI NTB
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
LISMARWATI, LISMARWATI
Subject
610.1 Filsafat dan Teori Ilmu Kedokteran dan Ilmu Pengobatan 
Datestamp
2024-09-25 06:36:24 
Abstract :
Pasien Congestive Heart Failure (CHF) biasanya menderita penyakit penyerta lain sehingga membutuhkan berbagai macam obat dalam terapinya atau disebut polifarmasi. Polifarmasi adalah penggunaan 5 atau lebih 5 macam obat secara bersamaan setiap hari. Polifarmasi secara signifikan meningkatkan resiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan polifarmasi dengan potensi interaksi obat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan menggunakan data retrospektif pada periode bulan November - Desember 2023. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 30 sampel yang dianalisis secara deskriptif menggunakan drug interactions checker (medscape) dan dianalisis secara statistik menggunakan Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan pasien Congestive Heart Failure (CHF) paling banyak kelompok usia 56-65 (Lansia Akhir) (50%). Jenis kelamin laki-laki (56,7%) lebih banyak dibandingkan perempuan. Penggunaan >5 macam obat (poli mayor) terbanyak (70%). Penyakit penyerta paling banyak (63,3%) dengan penyakit penyerta Coronary Artery Disease (CAD). Penggunaan obat CHF terbanyak yaitu furosemid dan spironolakton sebanyak (16,5%). Penggunaan obat Non-CHF terbanyak yaitu clopidogrel dan atorvastatin sebanyak (24,1%). Kejadian interaksi obat sebanyak (99%) mengalami interaksi dibandingkan tidak berinteraksi. Mekanisme interaksi obat farmakodinamika (34,4%) lebih banyak dibandingkan farmakokinetika. Tingkat keparahan monitor (moderat) (96%) lebih banyak dibandingkan minor dan mayor. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara polifarmasi dengan potensi interaksi obat pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) dengan nilai Sig sebesar 0,719 (p-value> 0,05) dan, nilai korelasi sebesar -0,037 yang berarti bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut sangat lemah. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram