Abstract :
Penatalaksanaan skizofrenia menggunakan pengobatan antipsikotik. Obat tersebut merupakan terapi obat-obatan pertama yang efektif mengobati skizofrenia. Antipsikotik yang sering digunakan yaitu haloperidol dan risperidone. Haloperidol adalah antipsikotik generasi pertama yang dapat memperbaiki gejala positif dari skizofrenia, namun umumnya tidak dapat memperbaiki gejala negatif. Risperidon adalah obat antipsikotik gerenasi kedua yang memiliki efektivitas yang tinggi untuk gejala positif serta memperbaiki tanda-tanda negatif pada skizofrenia. Psikopatologi pasien dinilai menggunakan skala gejala positif dan negatif pada The Positive and Negative Syndrome Scale-Excited Component (PANSS- EC) sebagai indikator keberhasilan terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas penggunaan obat haloperidol dan risperidone pada pasien skizofrenia. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan prospektif. Data didapatkan dari rekam medis pasien rawat inap di RSJ Mutiara Sukma NTB dengan teknik pengambilan sampel secara pruposive sampling dan dilakukan pada bulan Februari 2024. Dalam penelitian yang masuk dalam kriteria inklusi sebanyak 37 pasien. Hasil analisis pada penelitian ini berdasarkan uji Wilcoxom untuk skor PANSS-EC sebelum dan sesudah terapi obat haloperidol didapatkan nilai p=0.000, sedangan untuk analisis skor PANSS-EC sebelum dan sesudah terapi obat risperidone didapatkan nilai p=0.000 dan berdasarkan uji Mann-Whitney untuk analisis perbedaan skor PANSS-EC pada terapi obat haloperidol dan risperidone didapatkan nilai p= 0.145. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbaedaan yang bermakna antara efektifitas terapi penggunaan obat haloperidol dan risperidone yang berdasarkan skor PANSS-EC dengan nilai P=0.145 (p>0.05).