DETAIL DOCUMENT
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTI BAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KOPASANDA ( Chromolaena odorata L. ) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
WAHYUNI, TASARI
Subject
610.92 Petugas Medis, Dokter 
Datestamp
2024-11-07 07:32:58 
Abstract :
Keanekaragaman hayati Indonesia, termasuk tanaman obat tradisional, menyimpan potensi besar dalam bidang kesehatan. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan adalah daun Kopasanda (Chromolaena odorata L.), yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan alkaloid yang berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini berfokus pada aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun Kopasanda terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus, yang sering menyebabkan infeksi luka.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak etanol daun Kopasanda serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap kedua bakteri tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimen di laboratorium, dengan metode ekstraksi daun menggunakan maserasi etanol 96%. Skrining fitokimia digunakan untuk mengidentifikasi senyawa aktif, sementara uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram pada berbagai konsentrasi ekstrak.Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak etanol daun Kopasanda mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan steroid, namun tidak terdeteksi adanya terpenoid. Uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak ini memiliki daya hambat yang kuat terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 10% hingga 100%, dengan zona hambat berkisar antara 12,5 mm hingga 20,5 mm. Sedangkan terhadap Pseudomonas aeruginosa, daya hambat hanya muncul pada konsentrasi 75% dan 100%, dengan kategori sedang (zona hambat 8-9,5 mm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Kopasanda lebih efektif menghambat bakteri Gram positif Staphylococcus aureus dibandingkan bakteri Gram negatif Pseudomonas aeruginosa, sehingga berpotensi menjadi agen antibakteri alami, terutama untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram