Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
VIVIAN, KHARISMA CAHYANI
Subject
610.7 Metode Riset Penelitian dan Statistik Kedokteran, Metode Riset Penelitian dan Statistik Kesehatan
Datestamp
2024-11-13 02:53:43
Abstract :
Resistensi antimikroba adalah krisis kesehatan masyarakat global yang mengancam pada abad ke-21 berhasil mengobati infeksi bakteri. Produk bioaktif alami dari fungi endofit telah meningkat pesat selama beberapa tahun terakhir. Fungi yang diisolasi dari Coral Seriatopora hystrix diidentifikasi menghasilkan Aspergillus ochraceopetaliformis. Fungi tersebut memiliki potensi sebagai antibakteri karena mengandung butirolakton, poliketida, xanton, sterol, antrakuinon, terpenoid, peptida dan alkaloid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh waktu dan pH fermentasi serta untuk menentukan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dalam memproduksi ekstrak yang memiliki aktivitas antibakteri terbaik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian experimental laboratory menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dengan melakukan fermentasi fungi variasi waktu selama 4 minggu dan fermentasi pH asam (6,0), pH basa (8,4) dan pH netral (7,4) menggunakan metode broth microdilution. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri S. aureus yang \?memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 0,5 mg/ml sedangkan pada bakteri E.coli pada konsentrsi 0,5 mg/mL, kloramfenikol sebagai kontrol positif, Mueller Hinton Broth (MHB) sebagai kontrol media. Nilai MIC diamati secara visual media bening pada konsentrasi terkecilnya dalam microplate 96-well yang menunjukkan ada tidaknya pertumbuhan bakteri pada well.