Abstract :
Tape merupakan makanan tradisional yang berasal dari bahan baku ketan yang di campur dengan ragi yang diolah melalui proses fermentasi. Tape memiliki tekstur yang lunak berair, beraroma alkohol, dan mempunyai rasa yang manis, sehingga sangat disukai oleh masyarakat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu a. untuk mengetahui pengaruh penambahan bubur tanas terhadap sifat kimia dan organoleptik tape ketan kutih. b. mengetahui berapa penambahan bubur nanas yang tepat pada pembuatan tape beras ketan putih yang disukai panelis. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan melakukan percobaan di labolatorium. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan bubur buah nanas pada pembutan tape beras ketan putih, yang terdiri atas 5 perlakuan yaitu: P0 = Penambahan bubur nanas 0%, P1 = Penambahan bubur nanas 30%, P2 = Penambahan bubur nanas 40%, P3 = Penambahan bubur nanas 50%, P4 = Penambahan bubur nanas 60%. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis keragaman ANOVA pada tahap 5% dan dilakukan uji lanjut dengan uji BNJ pada tahap 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan bubur nanas berpengaruh nyata terhadap sifat kimia (kadar alkohol, pH, dan gula reduksi) serta sifat organoleptik (warna, tekstur, aroma, dan rasa). Semakin tinggi proporsi penambahan bubur nanas maka kadar alkohol dan gula reduksi semakin meningkat. Perlakuan terbaik berdasarkan hasil kimia adalah P4 (60% penambahan bubur nanas kadar alkohol (15,41%), kadar gula reduksi (13,56), dan kadar pH (3,98). Perlakuan terbaik berdasarkan hasil organoleptik dengan skor rasa, aroma, tekstur, dan warna yanga di sukai oleh panelis sebesar 4,53 (suka), 4,73 (kuning), 4,00 (suka), 4,67 (lembek).