DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD PROVINSI NTB
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Mataram
Author
MIA, PIOLIANA
Subject
610.92 Petugas Medis, Dokter 
Datestamp
2024-11-13 06:52:45 
Abstract :
Diabetes mellitus (DM) merupakan sekelompok kelainan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat rusaknya sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanyanya. Tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan keberhasilan pengobatan diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dan kadar gula darah sewaktu pada pasien hemodialisis. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah obsevasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan teknik accedental sampling yang dilakukan selama periode April-Juni 2024, didapatkan 30 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner ProMAS dan kadar gula darah didapatkan dengan melihat hasil data rekam medis. Hasil penelitian kepatuhan minum obat pada pasien hemodialisis yaitu tidak patuh (3,3%), kurang patuh (36,7%), patuh (36,7%), sangat patuh (23,3%) dengan kadar gula darah <200mg/dL (40,0%) dan kadar gula darah >200 mg/dL (60,0%) menunjukan terdapat hubungan yang signifikan setelah diuji dengan uji shapiro-wilk (pvalue 0,000) dengan korelasi 0,614 negatif. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat dan kadar gula darah pada pasien hemodialisis dengan p value<0,05 dengan nilai korelasi -0,614 yang termasuk dalam kategori tinggi dengan arah korelasi negatif yang berarti setiap kenaikan nilai kepatuhan akan diikuti dengan penurunan nilai kadar gula darah sewaktu. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Mataram