Abstract :
Bunga kamboja dipercaya dapat menolak hinggapan nyamuk sehingga dapat digunakan sebagai repellent. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan aktifitas repellent fraksi n-heksan ekstrak etanolik daun dan bunga kamboja terhadap nyamuk, dan mengidentifikasi senyawa golongan terpenoid dalam fraksi n-heksan tersebut. Ekstrak etanolik daun dan Bunga kamboja dibuat dengan menggunakan metode Destilasi uap Air dan Uji viskositas oaswald selanjutnya difraksinasi dengan menggunakan pelarut n-heksan. Fraksi n-heksan ekstrak etanolik daun dan Bunga kamboja konsentrasi 10, 15, 20% dalam pelarut etanol di semprotkan pada pergelangan tangan bagian atas hingga ujung jari dan kemudian dimasukkan ke dalam sangkar nyamuk. Tiap sangkar nyamuk berisi 25 ekor nyamuk berumur 3-5 hari yang telah dipuasakan selama 24 jam. Pengujian dihentikan apabila terdapat hinggapan nyamuk untuk pertama kalinya. Data yang diperoleh berupa rata-rata waktu penolakan terhadap hinggapan nyamuk. Analisa statistik dilakukan terhadap data waktu penolakan menggunakan uji Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney pada taraf kepercayaan 95%. Identifikasi senyawa aktif golongan dilakukan dengan test post hock. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan ekstrak etanolik daun dan Bunga Kambojam mengandung senyawa aktif golongan terpenoid. Pada konsentrasi 15% dan 20%, fraksi n-heksan tersebut memiliki aktivitas sebagai repellent karena dapat menolak hinggapan nyamuk secara berturut-turut selama 534 dan 2.418 detik (8,9 menit dan 40,3 menit).