Abstract :
Infiltrasi adalah proses aliran air (umumnya berasal dari curah hujan) masuk ke dalam tanah. Laju maksimal masuknya air masuk ke dalam tanah dinamakan kapasitas infiltrasi. Infiltrasi tidak terjadi ketika air hujan melebihi kemampuan tanah dalam menyerap air. Sebaliknya, apabila intensitas hujan lebih kecil dari kapasitas infiltrasi, maka laju infiltrasi yang terjadi akan semakin besar. Laju infiltrasi umumnya dinyatakan dalam satuan yang sama dengan satuan intensitas curah hujan, yaitu millimeter perjam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kecepatan laju infiltrasi antara hutan alam dan lahan pertanaman jagung di desa Madaprama, kecamatan Woja, kabupaten Dompu, provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode survei, melakukan pengujian di lapangan serta pengujian di Laboratorium Fakulatas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram. Hasil penelitian menunjukkan laju infiltrasi di hutan 4,59 (cm/jam) berklasifikasi sedang, dan di lahan jagung 3,25 (cm/jam) berklasifikasi sedang. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis yang dilakukan dapat di simpulkan bahwa laju infiltrasi pada hutan alam desa Madaprama yaitu 4,59 (cm/jam) klasifikasi agak cepat. Laju infiltrasi pada lahan pertanaman jagung yaitu 3,25 (cm/jam) klasifikasi sedang.