Abstract :
Aliran debris merupakan aliran rombakan dari campuran pasir, batu, kayu dan air bergerak dengan kecepatan tinggi dan bersifat merusak. Aliran terbentuk akibat tingginya intensitas curah hujan dan kemiringan lahan yang curam. Aliran debris yang terjadi pada wilayah Sungai Nangka di Desa Belanting, Kecamtan Sambelia mengakibatkan terjadinya kerusakan, diantaranya yaitu Bangunan Pengendali Sedimen (Sabo Dam). Sungai Nangka di up stream mempunyai luas DAS sebesar 17,754 km², panjang alur sungai 8,378 km, dengan kemiringan dasar sungai 0,06 dan batuan tidak kompak sehingga mudah tererosi ketika terjadi limpasan air hujan. Direncanakan Bangunan Pengendali Sedimen (Sabo Dam) yang aman terhadap besarnya potensi aliran debris yang terjadi.
Metode penelitian meliputi survey pendahuluan, studi literatur, pengumpulan data yang dibutuhkan adalah data hidrologi berupa data curah hujan harian. Data-data dan referensi tersebut diolah dan dijadikan dasar perencanaan Main Dam, Sub Sabo Dam, Apron. setalah perencanaan bangunan sabo kemudian dilakukan cek stabilitas terhadap geser, guling dan daya dukung tanah. kemudian di hitung volume tampungan sedimen akibat perencanaan sabo dam tersebut .
Berdasarkan dari hasil perhitungan dan analisia stabilitas, didapatkan tinggi main dam 15 m, kedalaman pondasi 3 m, lebar mercu main dam 3 m, tinggi sub dam 4,5 m, tebal mercu Sub Dam 3 m, panjang lantai kolam olak 20,00 m dengan tebal 2,00 m yang dilapisi lapisan beton bertulang setebal 1,00 m dan kemiringan tubuh arah hulu 0,4 dan arah hilir 0,25. Jumlah volume sedimen yang mampu ditampung sebesar 661.095 m³ dimana jumlah tampungan ini lebih besar dari desain sebelumnya sebesar 201.450 m³ dan hasil perhitungan analisa stabilitas didapat bahwa konstruksi bangunan sabo dam aman terhadap tekanan maupun gaya yang ditimbulkan.
Kata Kunci :Aliran Debris, Sabo Dam, Sungai Nangka